Gelar Gladi Posko Karhutla Tahun 2023 diikuti oleh BPBD dan Dinas Pertanian

PENAJAM, – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Posko Brigade Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Posko Brigade Pengendali Kebakaran Lahan dan Kebun Dinas Pertanian Kabupaten PPU tampil dalam pertandingan pada Gelar Gladi Posko Karhutla Tahun 2023, se Kalimantan Timur (Kaltim). Acara ini dilaksanakan selama lima hari dari 31 Juli hingga 4 Agustus 2023 dan diikuti 653 personil, dengan 550 orang yang akan bertanding, yaitu UPTD KPH lingkup Dishut Provinsi Kaltim sebanyak 21 regu. BPBD kabupaten 6 regu, Disbun/Distan kabupaten 10 regu, perusahaan HPH dan HTI 10 regu, perusahaan pertambangan 4 regu, perusahaan perkebunan 6 regu dan masyarakat peduli api (MPA) 40 regu.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kawasan Wisata Alam Bukit Bangkirai, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin, (31/72023).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Budi Santoso mengatakan bahwa BPBD dan Dinas Pertanian Kabupaten PPU mewakili daerah dalam pertandingan Gelar Gladi Posko Karhutla 2023 tersebut.

” BPBD kabupaten PPU dalam pertandingan ini menurunkan satu tim terdiri dari 6 orang kemudian satu tim dari Dinas Pertanian terdiri dari 12 orang. Dalam pertandingan ini berbagai kemampuan tim akan diuji mulai bagaimana melihat spot api secara cepat, bagaimana personil melakukan pemadaman api hingga bagaimana cara menggunakan alat-alat mesin pemadam api yang tepat dan sebagainya, ” kata Budi Santoso.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi yang memimpin upacara Gladi Posko Karhutla mengatakan kebakaran hutan dan lahan telah menjadi isu nasional dan merupakan permasalahan rutin yang terjadi hampir setiap tahun di Indonesia, khususnya pada musim kemarau yang perlu menjadi perhatian dan tanggung jawab semua untuk mengatasinya.

“Saya berharap melalui kegiatan ini, kita terus membangun upaya pencehahan karhutla dengan kerjasama dan keterlibatan antara lembaga, dinas, instansi pusat dan daerah, serta bersinergi dengan TNI, Polri, BNPB, BPBD dan satgas-satgas provinsi, kabupaten dan kota,” tuturnya.

Wagub juga mengajak dan mendorong agar semua stakeholders karhutla di Kaltim untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian, berupa peningkatan status kedaruratan, patroli terpadu, water bombing dan pemadaman dini.

“Semoga upaya kita semua dalam program ini mampu mengawal dan menjaga Kaltim sebagai paru-paru dunia yang saat ini telah ditunjuk menjadi Ibu Kota Nusantara, sekaligus mendapatkan apresiasi pusat dan Bank Dunia melalui program FCPF-CF (Forest Carbon Partnership Facility-Carbon Fund),” ungkapnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim Joko Istanto mengatakan gladi posko karhutla merupakan serangkaian kegiatan penanganan dan pengendalian karhutla yang sudah final dan siap action dalam menghadapi karhutla setiap tahunnya.

“Dengan demikian, setiap pasukan pengendalian karhutla, secara nyata dan meyakinkan bahwa setiap anggota/personil sudah paham dan mampu melalukan penanganan, pengendalian sesuai dengan tugasnya,” ungkapnya.

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *