PENAJAM – Anggota Komisi I DPRD Penajam Paser Utara (PPU), Mahyudin, menekankan pentingnya pemerataan akses bacaan bagi masyarakat melalui penyediaan titik baca di tempat-tempat umum. Menurutnya, perpustakaan sekolah saja tidak cukup untuk menumbuhkan minat baca secara luas.
“Buku seharusnya bisa diakses di mana saja. Coba bayangkan kalau di alun-alun, masjid, atau kafe ada tempat baca kecil. Itu bisa jadi cara efektif membiasakan masyarakat membaca,” kata Mahyudin, Jumat (23/5/2025).
Ia mengusulkan konsep seperti stand sederhana atau penitipan buku yang bisa diletakkan di titik-titik berkumpul warga. Menurutnya, keberadaan buku di ruang publik, meskipun tidak selalu langsung dibaca, tetap memiliki efek positif sebagai bentuk edukasi tidak langsung.
“Enggak apa-apa kalau awalnya enggak banyak yang baca. Yang penting duluan disediakan. Perlahan, kebiasaan itu akan tumbuh,” ujarnya.
Mahyudin juga berharap agar Dinas Perpustakaan, komunitas literasi, serta instansi terkait lainnya dapat bekerja sama dalam menghadirkan program literasi yang menjangkau ruang-ruang publik.
“Langkah kecil seperti ini bisa memberikan dampak besar di masa depan, terutama untuk anak-anak. Mereka akan tumbuh dalam lingkungan yang akrab dengan buku,” pungkasnya.







