PENAJAM – Festival Nondoi, salah satu agenda budaya tahunan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dipastikan tetap akan digelar pada November 2025 mendatang. Namun, pelaksanaan tahun ini akan mengalami penyesuaian teknis akibat kebijakan efisiensi anggaran.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata PPU, Andi Israwati Latief, mengatakan, pihaknya masih menunggu penetapan anggaran perubahan sebelum merinci total biaya pelaksanaan. Meskipun ada pengurangan pada beberapa bagian, seluruh rangkaian kegiatan inti tetap akan dilaksanakan.
“Festival Nondoi tetap berjalan tahun ini. Tidak ada kegiatan yang dihilangkan, hanya penyesuaian porsi karena kebijakan efisiensi anggaran 2025,” ujar Andi Israwati, Selasa (10/6/2025).
Festival Nondoi dikenal sebagai ajang tahunan yang menampilkan kekayaan budaya lokal PPU. Kegiatan ini tak hanya melibatkan pelaku seni dan masyarakat adat, tetapi juga menjadi magnet kunjungan wisatawan yang ingin menyaksikan langsung keunikan tradisi daerah Benuo Taka.
“Ini kegiatan budaya yang sudah menjadi identitas daerah. Antusiasme masyarakat selalu tinggi, jadi kami tetap berkomitmen untuk melaksanakannya dengan maksimal meskipun ada keterbatasan anggaran,” lanjut Andi.
Rangkaian acara Festival Nondoi biasanya mencakup pertunjukan seni tradisional, pawai budaya, ritual adat, hingga bazar UMKM lokal.
Pemkab PPU berharap kegiatan ini tetap memberi dampak positif bagi pelestarian budaya sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.







