PENAJAM — Program nasional Koperasi Merah Putih yang diinisiasi oleh pemerintah pusat telah menunjukkan perkembangan signifikan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Saat ini, seluruh kelembagaan koperasi di wilayah tersebut telah terbentuk secara menyeluruh.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU, Margono Hadisutanto.
Ia menyebutkan bahwa PPU menjadi salah satu daerah yang telah mencapai 100 persen dalam pembentukan kelembagaan koperasi tersebut.
“Alhamdulillah, dari sisi kelembagaan Koperasi Merah Putih, kita di PPU sudah 100 persen terbentuk,” ujar Margono saat ditemui baru-baru ini, Sabtu, (2/8/2025).
Meski demikian, belum seluruh koperasi mulai menjalankan kegiatan bisnisnya. Saat ini, sebagian masih berada dalam tahap penyusunan studi kelayakan usaha atau feasibility study.
Margono menjelaskan bahwa penyusunan ini penting untuk memastikan koperasi memilih sektor usaha yang tepat dan berkelanjutan. “Karena koperasi ini baru, tidak bisa langsung menjalankan bisnis tanpa kajian potensi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tidak ada kendala signifikan dalam proses ini. Namun, pihaknya menekankan pentingnya proses penghitungan dan analisis bisnis sebelum koperasi mulai beroperasi secara penuh.
“Kita tidak bisa gegabah. Semua harus dihitung, bisnis itu harus dirancang dengan matang,” katanya.
Target nasional dari program ini adalah agar seluruh koperasi Merah Putih di Indonesia, termasuk di PPU, bisa mulai menjalankan usaha secara aktif pada akhir tahun 2025.
“Kita harap akhir tahun ini sudah bisa launching semua kegiatan bisnisnya, sesuai arahan dari pusat,” tutup Margono.







