Bupati Mudyat Noor Ajak Perusahaan Sinergikan Program CSR dengan Program Kerja Pemda

PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan kembali pentingnya kolaborasi strategis antara pemerintah daerah dan pihak swasta dalam mendorong percepatan pembangunan. Pernyataan ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan yang digelar di Aula Lantai lll Kantor Bupati, Jumat (22/8/2025).

Mudyat Noor saat membuka Rakor menyampaikan bahwa diselenggarakan kegiatan ini sebagai wadah untuk menyelaraskan program kerja pemerintah daerah dengan program TJSL atau CSR yang telah disusun oleh perusahaan.

“Rakor ini sering kita laksanakan dalam rangka keselarasan antara program yang dibuat oleh kawan-kawan perusahaan, kemudian program yang dibuat oleh pemerintah daerah,” ucap Mudyat Noor.

Dia juga berharap agar rakor kali ini dapat membuahkan kerja sama yang lebih serius dan terarah. Terutama dalam hal penggunaan dana CSR untuk pembangunan di PPU. Menurutnya, selama ini pembangunan di daerah masih sangat bergantung pada APBD. Oleh karena itu, ia ingin peran serta perusahaan lebih maksimal dan terorganisir.

“Selama ini memang kami pemerintah Kabupaten sudah banyak melakukan pembangunan yang dibebankan kepada APBD. Nah, pada kali ini saya juga menginginkan sebenarnya bersama kawan-kawan perusahaan di PPU ini untuk sama-sama berkoordinasi dalam proses pembangunan yang ada,” jelasnya.

Mudyat Noor memperkenalkan konsep ‘APBD kecil’. Ia mengimbau agar setiap program CSR yang disusun oleh perusahaan dapat diselaraskan dengan kebutuhan dasar masyarakat di wilayah sekitar operasional perusahaan.

“Saya menginginkan bahwa setiap program CSR yang dilakukan oleh kawan-kawan perusahaan itu mirip sebuah ‘APBD kecil’ yang disusun oleh kawan-kawan sendiri bersama lingkup terdekat yang ada di wilayah perusahaan bapak dan ibu,” papar Bupati.

Ia memberikan contoh konkret. Apabila sebuah perusahaan mengalokasikan dana CSR sebesar 1 miliar, maka perumusan penggunaannya harus dilakukan bersama-sama dengan Camat dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, mereka bisa bersama-sama menentukan prioritas pembangunan yang paling mendesak.

“Artinya seperti ini, Pak, perusahaan menetapkan CSR tahun depan misalnya 1 miliar, itu dirumuskan nanti bersama camat dan masyarakat sekitar berdampak untuk bersama-sama menentukan apa ini yang mau dibangun dulu. Mungkin dari balai desanya, mungkin jalannya, lingkungannya, atau seperti apa dulu yang dimaksud. Baru nanti dirembukkan kebutuhan dasar apa dulu supaya tidak bertabrakan antara program yang disusun pemerintah dengan apa yang disusun oleh kawan-kawan perusahaan,” imbuhnya.

Permasalahan tumpang tindih bantuan menjadi salah satu fokus utama Bupati. Ia mengamati, sering kali masyarakat yang sudah menerima bantuan dari pemerintah daerah juga mengajukan permohonan bantuan kepada perusahaan, sehingga terjadi duplikasi bantuan.

“Karena selama ini kami melihat masyarakat meminta bantuan CSR kepada perusahaan, tetapi juga sudah mendapat bantuan dari pemerintah daerah atau mendapat bantuan dari pemerintah daerah minta juga ke perusahaan, jadi dobel,” kata Mudyat Noor.

Oleh karena itu, ia berharap ke depannya dana-dana CSR yang disalurkan perusahaan benar-benar bermanfaat. Ia meminta perusahaan membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kesepakatan penggunaan dana CSR secara transparan.

“Saya ingin teman-teman perusahaan membuat RAB, membuat kesepakatan, ‘Tahun depan kami membuat ini, Pak, CSR-nya’, dan ditentukan juga penggunaannya. Sehingga kemudian tidak ada terjadi tumpang tindih dari kami maupun pihak perusahaan. Jadi, mungkin kita bisa saling melengkapi mungkin dengan melakukan rapat,” ujar Mudyat Noor.

Dengan adanya perencanaan yang matang, diharapkan pembangunan di PPU dapat saling melengkapi. Dana CSR tidak lagi ‘berhamburan’ untuk kegiatan-kegiatan yang dianggap tidak menjadi tanggung jawab utama perusahaan.

“Jadi pembangunan yang ada di PPU ini kita bisa saling mengisi supaya nanti ke depannya kita bisa selaras dalam rencana pembangunan yang memang sudah kami rencanakan, pemerintah rencanakan untuk tahun-tahun selanjutnya,” pungkasnya.(Adv)

 

Penulis: Ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *