Bapelitbang PPU Gelar FGD Ketahanan Pangan Terpadu Revitalisasi Kampung Nelayan

Bapelitbang PPU Gelar FGD Ketahanan Pangan Terpadu Revitalisasi Kampung Nelayan Sebagai Pilar Ekonomi Lokal Pesisir Dan Modernisasi Pertanian Dan Ketahanan Pangan Terpadu Menuju Swasembada Daerah

Penajam – Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bekerja sama dengan Tenaga Ahli Universitas Mulawarman (UNMUL) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kajian Ketahanan Pangan Terpadu dan Revitalisasi Kampung Nelayan Sebagai Pilar Ekonomi Lokal Pesisir dan Kajian Modernisasi Pertanian Dan Ketahanan Pangan Terpadu Menuju Swasembada Daerah bertempat di Aula Lantai III Kantor Bupati, Kamis (11/09/2025).

Tampak hadir pada kegiatan ini Kepala Bapelitbang PPU, Tur Wahyu Sutrisno, Tenaga Ahli Universitas Mulawarman, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Perwakilan Asosiasi Kelompok Tani, serta undangan terkait lainnya.

Kepala Bapelitbang PPU, Tur Wahyu Sutrisno menyampaikan bahwa isu ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi lokal menjadi tantangan besar yang harus diselesaikan secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, terutama di sektor pertanian, kelautan, dan perikanan, daerah mempunyai peluang besar untuk membangun fondasi ekonomi yang kuat dan berkelanjutan.

“Daerah kita mempunyai potensi sumber daya alam yang melimpah, baik di sektor pertanian maupun kelautan dan perikanan. Namun potensi ini tidak akan berarti jika kita tidak mengelolanya secara terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.” katanya.

Lebih lanjut Ia menyampaikan melalui kajian Ketahanan Pangan Terpadu dan Revitalisasi Kampung Nelayan, masyarakat pesisir khususnya para nelayan tidak hanya berperan sebagai pelaku ekonomi tradisional, tetapi bisa menjadi pilar utama penggerak ekonomi lokal berbasis maritim.

“Dengan revitalisasi kampung nelayan, kita membayangkan terjadi peningkatan kesejahteraan, penguatan daya saing, serta ekosistem pesisir,” ucapnya.

Demikian pula, dengan kajian modernisasi Pertanian dan Ketahanan Pangan Terpadu menuju Swasembada Daerah menjadi agenda strategis dalam menghadapi dinamika ketahanan pangan nasional. Modernisasi pertanian berbasis teknologi, efisiensi lahan, serta pemanfaatan penelitian dan inovasi merupakan kunci dalam meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kualitas dan kebermanfaatan pangan di daerah.

“Melalui forum FGD ini, saya berharap dapat terhimpun berbagai gagasan, masukan, serta rekomendasi konkrit dari para narasumber dan peserta, yang akan menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan perencanaan pembangunan, khususnya pada sektor pangan, pertanian, dan perikanan” tutupnya. (W*/DiskominfoPPU)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *