Perkuat Budaya Literasi Ilmiah, Dispusip PPU Sukses Gelar Lomba Menulis Karya Ilmiah Pelajar

PENAJAM – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara baru-baru ini mengumumkan pemenang sekaligus membagikan hadiah untuk Lomba Menulis Karya Tulis Ilmiah (KTI) yang bertajuk Menulis Bersama Perpustakaan (MIS BAPER) Serial Sekolah Karya Ilmiah Pelajar (SKRIP) 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari inovasi berkelanjutan Dispusip dalam mengembangkan minat menulis dan literasi ilmiah di kalangan pelajar.

​Kepala Dispusip Kabupaten PPU, Yusuf Basra, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah kelanjutan dari program-program literasi yang sudah dilaksanakan sejak tahun-tahun sebelumnya.

​”Kegiatan ini kelanjutan dari tahun-tahun sebelumnya. Pertama itu pelatihan menulis, undangan di sana sini, dan sebagainya. Intinya, kita sebenarnya mulai mengajarkan ke anak-anak yang mempunyai passion di penulisan untuk mulai berkarya,” jelas Yusuf Basra, Selasa (18/11/2025).

​Yusuf Basra menyebutkan, serial tahun ini secara spesifik berfokus pada penulisan karya ilmiah bagi peserta didik tingkat SMA/SMK se-PPU. Sementara untuk tingkat SD dan SMP memiliki jenis lomba yang berbeda, seperti lomba mendongeng untuk SD dan resensi buku untuk SMP.

​Proses pelaksanaan lomba ini terbilang cukup intensif. Awalnya, peserta menjalani pelatihan menulis selama tiga bulan. Karya yang sudah rampung kemudian melewati proses revisi yang panjang, sebelum akhirnya diseminarkan.

​”Setelah karya mereka baru kami seminarkan. Ini melibatkan teman-teman dari luar negeri juga. Ada teman kami lagi studi S3 di Arab Saudi. Jadi pakai Zoom seminar,” ungkap Yusuf Basra.

Masukan dari para juri, termasuk yang berasal dari Mekkah tersebut, digunakan oleh peserta untuk memperbaiki karya mereka sebelum akhirnya dipublikasikan, Aspek paling unik dan menguntungkan dari lomba ini adalah hasil karya peserta yang terpilih akan dipublikasikan.

​”Publikasinya dari jurnal teknik SINTA semua,” kata Yusuf Basra.

Ia berharap publikasi ini dapat menjadi bekal yang sangat berharga bagi masa depan akademik para pelajar, Menurutnya, memiliki publikasi jurnal dapat menjadi modal berharga saat mereka melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi.

“Bisa jadi bekal buat mereka kalau sudah kuliah. Kan ada jalur lulus selain dari skripsi, yaitu pernah publikasi jurnal. Jadi modal lah,” tambahnya.

​Lomba ini awalnya diikuti oleh total 60 peserta dari seluruh Kabupaten PPU. Namun, karena pertimbangan efisiensi dan keterbatasan anggaran yang juga mencakup pemberian uang saku, jumlah peserta akhirnya dibatasi menjadi 30 peserta yang berasal dari sekitar lima hingga enam sekolah. Pendaftaran dilakukan secara daring (online) melalui formulir Google.

​”Kami sistem pendaftarannya memakai Google Form, sistem online,” jelasnya.

Ia menerangkan bahwa tantangan utama dalam mengadakan kegiatan besar secara offline di seluruh kabupaten adalah konsekuensi biaya yang besar dan penyesuaian jadwal belajar siswa.

​Mengenai tantangan, Yusuf Basra menyebut koordinasi waktu menjadi kendala, karena jadwal kegiatan Dispusip seringkali berbenturan dengan kegiatan sekolah lainnya. Selain itu, dukungan finansial juga menjadi pertimbangan utama dalam menentukan skala kegiatan.

​Berbeda dengan program lain, tema untuk lomba karya ilmiah ini dibebaskan sepenuhnya, Pembebasan tema ini bertujuan agar siswa dapat meneliti isu yang paling dekat dengan keseharian mereka.

​”Kalau untuk karya ilmiah, kami bebaskan temanya,” tutur Yusuf Basra.

Ia menyebutkan keragaman tema yang diangkat, mulai dari topik-topik populer seperti Mobile Legends dan Anime, hingga isu yang lebih berat seperti Geosentris atau stres akibat penggunaan telepon genggam (HP).

​”Jadi yang mereka teliti itu teman-teman mereka juga,” tutupnya. (Adv)

Penulis : ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *