PENAJAM – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memacu kecepatan pengerjaan rehabilitasi hunian bagi warga kurang mampu. Dinas menargetkan renovasi 98 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di seluruh PPU harus sudah selesai dan dapat dihuni maksimal pada akhir tahun ini.
Program perbaikan hunian ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah daerah untuk berkontribusi pada sasaran negara, yaitu penyediaan tiga juta rumah sekaligus secara signifikan mengurangi jumlah penduduk sangat miskin di daerah.
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Achmad, menyatakan keyakinannya bahwa seluruh kegiatan akan diselesaikan sesuai jadwal kontrak.
”Kami pastikan seluruh kegiatan rampung sesuai kontrak, maksimal Desember nanti,” tegas Khairil Achmad (18/11/25).
Ia menyebutkan, per hari ini, kemajuan pekerjaan secara keseluruhan sudah mencapai sekitar 70 persen.
Total 98 unit RTLH yang direhabilitasi tersebar di empat kecamatan dan juga kawasan permukiman padat. Khairil Achmad merinci bahwa dari total target, sebanyak 40 unit di wilayah Babulu dan Waru telah selesai seratus persen.
Sementara itu, 40 unit lainnya yang berada di Kecamatan Penajam dan Sepaku masih berada dalam tahap pelaksanaan. Selain program regular tersebut, terdapat 18 unit tambahan yang masuk dalam program penanganan hunian di kawasan yang dikategorikan kumuh dan saat ini juga sedang menunggu penyelesaian akhir.
Perbaikan hunian ini difokuskan secara spesifik bagi warga berpenghasilan rendah atau ekonomi lemah. Disperkimtan memastikan perbaikan tersebut memperhatikan empat aspek kelayakan utama, yakni kondisi atap, lantai, dinding, dan fasilitas kebersihan (sanitasi).
Khairil Achmad menegaskan, perbaikan dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat, terutama memastikan tempat tinggal mereka menjadi lebih sehat dan aman.
Selain proyek rehabilitasi RTLH, Disperkimtan PPU juga tengah menggarap proyek pembangunan 23 unit rumah relokasi bagi warga yang sebelumnya terdampak musibah kebakaran.
Secara rinci, 21 unit rumah relokasi dibangun di Kelurahan Maridan dan dua unit lainnya dibangun di Kelurahan Penajam.
Dengan kemajuan pekerjaan yang telah mencapai 70 persen, Disperkimtan PPU optimis semua program hunian layak ini dapat diselesaikan tepat waktu, sehingga masyarakat PPU bisa menyambut tahun baru di rumah yang lebih baik. (Adv)
Penulis : ayu







