Samarinda — Arus masuk pelaku usaha dari berbagai daerah ke Kalimantan Timur, terutama sejak pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) berjalan masif, menimbulkan tantangan tersendiri bagi pengusaha muda lokal.
Di tengah persaingan yang semakin ketat, DPRD Kaltim menilai persoalan utama bukan semata soal kapasitas usaha, tetapi masalah kepercayaan diri generasi muda Balikpapan dalam mengambil peran.
Anggota DPRD Kaltim, Nur Hadi Saputra, menyebut masih banyak pemuda yang ragu bersaing karena merasa usaha lokal sulit berkembang di tengah dominasi pemain besar dari luar daerah.
Padahal, menurutnya, justru saat ini momentum terbaik bagi pemuda Balikpapan untuk memperkuat posisi mereka dalam ekosistem pembangunan IKN.
“Pemuda kita tidak boleh merasa terintimidasi. Kehadiran pelaku usaha dari Jakarta itu bagian dari dinamika, bukan penghalang,” ujar Nur Hadi, Minggu (30/11/2025).
Ia menambahkan, “Peluang terbuka untuk semua, termasuk UMKM. Jangan merasa kalah sebelum bertanding.”
Menurut Nur Hadi, kualitas pelaku usaha lokal sebenarnya tidak kalah dibanding pendatang. Hanya saja sebagian dari mereka terlalu cepat menyimpulkan bahwa proyek-proyek besar hanya bisa diakses perusahaan skala nasional.
Pemikiran seperti ini, katanya, justru mempersempit ruang gerak mereka sendiri.
Tidak sedikit pula pengusaha muda yang enggan mencoba memperluas kapasitas bisnis karena minim jaringan dan kurang informasi terhadap peluang yang muncul di sektor-sektor pendukung IKN, mulai dari konstruksi, logistik, kuliner, hingga layanan jasa.
Di sisi lain, ia menilai pengusaha lokal memiliki keunggulan yang sering kali tidak dimiliki pendatang, seperti pemahaman terhadap karakter pasar Balikpapan, jaringan sosial, dan fleksibilitas dalam menyesuaikan kebutuhan daerah.
Untuk itu, Nur Hadi mendorong generasi muda membangun jaringan bisnis yang lebih solid serta aktif mengikuti perkembangan industri.
Ia menegaskan bahwa keberanian, kolaborasi, dan pembaruan informasi adalah faktor yang menentukan bertahan atau tidaknya usaha lokal di tengah persaingan.
“Saya selalu mengingatkan agar mereka terus memperbarui informasi dan memperluas jaringan. Dua hal itu menjadi kunci penting untuk meraih keberhasilan ke depan,” pungkasnya. (Adv/DprdKaltim)







