Kerja Sama Kaltim–Anhui Diarahkan Jadi Solusi Permanen Banjir Samarinda

Ket. Foto: Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle.

Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur semakin mematangkan rencana kerja sama sister-province dengan Provinsi Anhui, Tiongkok, melalui audiensi lanjutan yang digelar di Samarinda. Pertemuan ini bukan lagi sekadar penjajakan, tetapi mulai bergeser pada penyusunan langkah teknis yang dapat langsung diadopsi untuk penanganan banjir di ibu kota provinsi.

Dalam forum yang dipimpin Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, pembahasan menitikberatkan pada teknologi pengelolaan air yang dikembangkan Anhui. Sebagian besar konsep yang dipresentasikan bertujuan mengoptimalkan air hujan agar tidak berubah menjadi limpasan berlebih, mulai dari sistem penampungan, kanal retensi, hingga manajemen drainase skala kota.

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Sabaruddin Panrecalle, memandang pertemuan tersebut sebagai kesempatan mempercepat langkah yang selama ini hanya berhenti pada tataran wacana.

Ia menilai Kaltim tidak boleh kehilangan momentum untuk mengadopsi teknologi air yang terbukti efektif di sejumlah kota di Anhui.

“Teknologi dari Anhui ini bisa menjadi terobosan besar. Kita harus segera membahasnya dengan pemerintah daerah sebelum masuk ke tahap investasi,” ujarnya menegaskan, Kamis (11/12/2025).

Sabaruddin menyebut persoalan banjir di Samarinda tidak lagi bisa dihadapi dengan pola penanganan rutin seperti pengerukan atau peninggian saluran.

Ia menekankan pentingnya strategi jangka panjang yang disiapkan sejak awal melalui sinergi antara legislatif, eksekutif, hingga pihak luar daerah yang memiliki pengalaman teknis.

Ia juga mengingatkan bahwa adaptasi teknologi dari luar negeri perlu disertai pemetaan wilayah prioritas dan kesiapan regulasi pendukung agar implementasi tidak terhambat.

“Koordinasi lintas institusi harus dipastikan berjalan sejak awal,” katanya.

Audiensi ini sekaligus membuka peluang untuk melahirkan dokumen perencanaan bersama, termasuk kajian teknis dan skema pembiayaan yang memungkinkan transfer teknologi dilakukan secara terstruktur.

Pemerintah daerah berharap hasil pertemuan dapat segera diterjemahkan dalam tindakan konkret yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Sabaruddin menyebut warga Samarinda sudah terlalu lama menunggu perubahan signifikan terkait banjir yang terus berulang setiap tahun.

Menurutnya, kerja sama internasional ini merupakan salah satu jalur yang paling realistis untuk membawa inovasi yang selama ini belum dimiliki daerah.

“Kolaborasi Kaltim–Anhui ini juga dinilai sejalan dengan arah pembangunan daerah yang ingin memperkuat infrastruktur dasar, terutama terkait mitigasi bencana hidrometeorologi,” ucapnya.

Pemerintah dan DPRD berharap proses yang sedang berjalan tidak berhenti pada pertemuan ceremonial, melainkan benar-benar melahirkan program yang dapat dieksekusi di lapangan.

Sabaruddin pun menegaskan kembali komitmennya untuk mengawal kerja sama tersebut agar memberi dampak nyata.

“Bagi masyarakat Samarinda, langkah ini menjadi harapan baru untuk melihat perubahan nyata dalam penanganan banjir yang selama bertahun-tahun belum terselesaikan,” tutupnya. (Adv/DprdKaltim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *