Pengambilan KPC: Bank Kaltimtara Terapkan Simulasi di Cabang, Siapkan Skema “Jemput Bola” untuk Sekolah

PENAJAM – Proses distribusi Kartu Penajam Cerdas (KPC) kepada 6.367 penerima di PPU tidak luput dari tantangan teknis, terutama terkait administrasi dan prosedur perbankan. Bank Kaltimtara berupaya keras memastikan setiap bantuan tersalurkan dengan benar, sambil mencari solusi agar masyarakat di wilayah terpencil tidak kesulitan mengambil haknya.

​Pimpinan Cabang Bank Kaltimtara Penajam, Agus Setiawan, menjelaskan bahwa pada dasarnya uang bantuan KPC sebesar Rp 600.000 sudah masuk ke rekening masing-masing siswa. Tahap yang sedang berjalan saat ini adalah proses pengambilan buku tabungan dan kartu.

​Karena siswa penerima masih duduk di bangku Kelas 1 SD dan Kelas 1 SMP, proses pengambilan buku tabungan tidak dilakukan oleh siswa, melainkan oleh orang tua atau wali yang telah ditetapkan.

​”Posisi uangnya sudah masuk rekening, cuma ini administrasi pengambilan buku. Yang berhak mengambil buku adalah orang tua atau walinya yang sudah di-SK-kan. Jadi, intinya ada SK dari Bapak Bupati penyaluran kepada seluruh siswa Kelas 1 SD dan 1 SMP. Sesuai SK, orang tuanya yang menjadi wali yang akan bertanda tangan mengambil buku,” papar Agus Setiawan (16/12/25).

​Mengenai kendala, Agus Setiawan menyebut tidak ada masalah yang tergolong berat. Hambatan yang muncul lebih bersifat teknis, terutama karena tingginya jumlah penerima.

​”Sebenarnya tidak ada kendala berat, cuma karena ini jumlahnya besar, enam ribuan, jadi mungkin dalam rangka pengumpulan berkas administrasi ada keterlambatan dari pihak sekolah. Kalau di sistem perbankan kami gampang saja, enam ribu bisa kami bukakan segera, cuma kami harus mengikuti prosedur perbankan, seperti KTP dan NIK harus jelas. Yang kemarin agak terhambat mungkin itu, kendala teknis saja,” jelasnya.

​Agus menjamin bahwa semua data penerima sudah sesuai dan valid saat bantuan disalurkan.

​Untuk mengatasi kesulitan yang dialami masyarakat yang tinggal jauh dari kantor cabang, pihak bank sedang mengajukan solusi berupa program jemput bola.

​”Solusi untuk masyarakat yang kejauhan mengambil di sini, mungkin ke depan ada jemput bola. Jadi, tim kami di sini nanti bersama Dinas Pendidikan akan ke sekolah atau berkumpul di kecamatan atau desa,” ujar Agus Setiawan.

​Saat ini, skema pengambilan di kantor cabang Penajam dilakukan sebagai simulasi awal. Jika proses ini berjalan lancar, langkah berikutnya adalah membagi jalur penyaluran agar tidak terjadi penumpukan.

​”Ini kita coba simulasi. Kalau di Penajam seperti ini, kita lihat tingkat kerumitan seperti apa. Nanti kita bagi-bagi lagi. Ini pertama kali kami juga menyalurkan enam ribuan dalam jumlah besar,” pungkasnya. (Adv)

Penulis : ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *