Wajah Baru Taman Rozeline: Makin Estetik dengan Miniatur Jembatan Pulau Balang, Namun Operasional Tetap Dibatasi

PENAJAM – Taman Rozeline yang menjadi kebanggaan warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tampil dengan wajah baru yang lebih mempesona. Sejumlah perbaikan dan penambahan fasilitas dilakukan untuk meningkatkan nilai estetika sekaligus kenyamanan bagi para pengunjung.

​Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Ahmad, mengungkapkan bahwa pembenahan kali ini mencakup beberapa titik penting.

Selain lampu hias yang mempercantik suasana malam, ada satu ikon baru yang mencuri perhatian, yakni miniatur Jembatan Pulau Balang.

​Tidak hanya soal keindahan, aspek kenyamanan dan keamanan juga menjadi prioritas.

“Kami telah membangun gazebo di atas kolam untuk tempat bersantai pengunjung. Selain itu, sekeliling kolam juga sudah dipasang bronjong untuk meningkatkan keamanan, terutama bagi anak-anak,” ujar Khairil (11/1/26).

​Ia menambahkan, Taman Rozeline memang dirancang sebagai ruang publik yang representatif dan ramah anak. Prestasi ini dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat layak anak yang telah diraih sejak tahun 2022.

​Meskipun tampilannya makin cantik, kebijakan jam operasional taman tetap memicu perdebatan di tengah masyarakat. Banyak warga mempertanyakan alasan taman harus ditutup tepat pada pukul 10 malam.

​Menanggapi hal tersebut, Khairil menjelaskan bahwa pembatasan waktu dilakukan untuk menjaga fungsi taman tetap pada jalurnya sebagai tempat rekreasi keluarga.

​”Sering masyarakat bertanya-tanya mengapa ditutup jam 10 malam. Padahal kalau dipikir kembali, kepentingan apa yang ada di taman sampai larut malam Kami ingin memastikan taman ini digunakan untuk istirahat dan rekreasi ringan, bukan untuk aktivitas negatif,” tegasnya.

​Masalah keamanan memang menjadi tantangan berat bagi Disperkimtan.

Khairil menjelaskan bahwa kasus pencurian lampu taman sempat terjadi beberapa waktu lalu. Untuk mengantisipasi hal serupa, pihaknya berencana memasang kamera CCTV dan memperketat pengawasan.

​Namun, kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Saat ini, petugas pertamanan hanya tersisa 74 orang dan jumlahnya terus berkurang setiap tahun.

​”Petugas kami terbatas, semestinya kita punya penjaga malam khusus. Solusinya, kami akan mengajukan permohonan ke Satpol PP agar patroli mereka bisa diarahkan ke area taman pada jam-jam rawan malam hari,” pungkas Khairil. (Adv)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *