PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini mulai serius menggarap rencana perbaikan besar-besaran untuk Pelabuhan Speedboat dan Klotok Penajam. Langkah ini diambil karena kondisi pelabuhan yang menjadi pintu masuk utama warga dinilai sudah sangat tertinggal dan tidak mengalami perubahan sejak 23 tahun silam.
Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin, menegaskan bahwa penataan ini adalah kebutuhan mendesak. Menurutnya, sebagai gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), pelabuhan tersebut seharusnya menjadi cerminan kemajuan daerah, bukan justru terlihat kumuh.
”Selama lebih dari dua dekade, kawasan ini hampir tidak ada perubahan berarti. Padahal, pelabuhan adalah wajah PPU. Kalau kondisinya begini terus, orang tidak akan tahu kalau ini pintu masuk gerbang utama kita,” ujar Abdul Waris Muin, (14/1/2026).
Saat ini, kondisi pelabuhan memang cukup memprihatinkan. Selain dermaga yang sempit dan bangunan yang sudah usang, kawasan parkir juga sangat semrawut.
Motor dan mobil seringkali menumpuk hingga ke bahu jalan, sehingga sangat mengganggu kenyamanan penumpang yang ingin naik atau turun dari kapal.
Waris menjelaskan bahwa pemerintah berencana membangun ulang fasilitas tersebut agar lebih layak dan indah dipandang.
“Kami ingin wajah PPU berubah. Pelabuhan yang tadinya kumuh akan kita tata ulang supaya lebih rapi, modern, dan membuat siapa pun yang datang merasa nyaman,” pungkasnya.
Rencana besar ini dipastikan akan mulai terlihat progresnya pada tahun 2026. Pemerintah daerah saat ini tengah sibuk menyiapkan administrasi dan melakukan sosialisasi kepada warga di sekitar pelabuhan agar rencana pembangunan ini berjalan lancar tanpa hambatan. (Adv)







