PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memberikan kabar terbaru mengenai proyek ambisius pembangunan Koperasi Merah Putih.
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar, mengungkapkan bahwa saat ini progres fisik di lapangan menunjukkan hasil yang sangat signifikan bagi unit-unit yang telah berjalan.
Dari target yang ditetapkan, sebanyak 11 unit koperasi kini sedang dalam tahap penyelesaian akhir dengan progres fisik hampir mencapai 100 persen.
Sementara itu, terdapat satu unit tambahan yang sedang dalam tahap persiapan awal, mulai dari pengecekan lokasi hingga pembersihan lahan.
“Saat ini ada 11 yang sudah jalan (running) dan fisiknya hampir rampung semua. Untuk tambahan satu unit lagi, masih dalam tahap identifikasi lapangan dan konsolidasi awal karena kita mulai benar-benar dari nol,” ujar Tohar saat ditemui di Kantor Bupati PPU, Senin (26/1/2026).
mengenai apakah pembangunan koperasi ini akan mempengaruhi Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2026, Tohar memberikan penjelasan mendalam.
Secara aturan, ADD sangat bergantung pada dana perimbangan yang diterima Pemkab dari Pemerintah Pusat.
“Besaran ADD itu kan 10 persen dari dana perimbangan yang kita terima. Jadi, kalau dana dari pusat turun, tentu ADD desa juga akan menyesuaikan. Namun, untuk pembangunan koperasi, desa perlu memperhatikan APBDes masing-masing,” jelasnya.
Tohar mengingatkan, jika ada desa yang perlu melakukan penyempurnaan lahan atau persiapan lokasi pembangunan di wilayahnya, kemungkinan besar akan ada sedikit penundaan waktu (delay).
Hal ini dikarenakan anggaran tersebut harus masuk dan disesuaikan dengan rencana anggaran yang sudah disusun oleh pemerintah desa.
Hingga saat ini, pemerintah masih fokus pada penguatan kelembagaan di 54 desa dan kelurahan serta percepatan fisik bangunan sebelum menentukan jenis unit usaha yang akan dijalankan nantinya.







