PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) memastikan bahwa program Kartu Penajam Cerdas (KPC) pada tahun 2026 ini masih mengutamakan siswa baru di sekolah umum. Keterbatasan anggaran daerah menjadi alasan utama program ini belum bisa menjangkau seluruh jenjang pendidikan, termasuk madrasah.
Kepala Disdikpora PPU, Andi Singkerru, menjelaskan bahwa kebijakan penyaluran KPC tahun ini tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya.
Sasaran utamanya tetap menyasar peserta didik baru di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri maupun swasta di bawah naungan dinas.
“Untuk KPC, sementara ini polanya masih sama seperti kemarin. Sasarannya adalah siswa baru di sekolah umum karena ketersediaan anggaran kita masih terbatas,” ujar Andi saat memberikan keterangan pada Kamis (29/1/2026).
Andi mengakui bahwa pihaknya telah melakukan simulasi serta menghitung kebutuhan dana jika siswa di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (Mts), dimasukkan dalam daftar penerima.
Menurut perhitungannya, tambahan biaya yang dibutuhkan sebenarnya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan total data siswa SD dan SMP yang ada saat ini.
Namun, kondisi keuangan daerah yang cukup ketat memaksa pemerintah untuk tetap membatasi jumlah penerima.
“Kami sangat memahami keinginan Bupati agar seluruh siswa, baik di sekolah umum maupun sekolah keagamaan, bisa merasakan manfaat KPC. Namun, kondisi anggaran saat ini membuat kami harus memprioritaskan siswa baru terlebih dahulu,” tegasnya.
Hingga saat ini, Andi menyebutkan belum ada pembicaraan lebih lanjut dengan pihak Kemenag terkait perluasan program ini ke madrasah.
Komunikasi resmi baru akan dibangun setelah Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) tahun 2026 selesai diproses.
“Setelah DPA sudah di tangan, baru kami akan berkoordinasi dengan Kemenag. Saat ini koordinasi belum dilakukan karena kami harus memastikan kesiapan dokumen anggarannya dulu,” tambah Andi.
Sebagai gambaran, pada awal peluncurannya, program KPC didukung dengan anggaran sekitar Rp3 miliar yang menyasar lebih dari 6.000 siswa kelas I SD dan SMP.
Program ini dirancang untuk meringankan beban biaya pendidikan bagi orang tua murid di Penajam Paser Utara.
Meski belum bisa mencakup seluruh siswa di tahun 2026, Disdikpora PPU berkomitmen untuk terus membuka peluang perluasan jangkauan program ini di masa mendatang.
“Mudah-mudahan ke depan kebutuhan tersebut bisa kita penuhi. Tujuan utama KPC adalah membantu meringankan beban biaya sekolah siswa. Kami akan terus berupaya agar nantinya siswa madrasah juga bisa terakomodasi,” pungkasnya.







