PENAJAM – Operasi pasar murah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tampil dengan inovasi baru. Tidak hanya sekadar membantu ekonomi warga melalui harga pangan yang terjangkau, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU mulai memperkenalkan sistem pembayaran nontunai atau digitalisasi transaksi di wilayah Kecamatan Sepaku dan sekitarnya.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKM Perindag PPU, Marlina, menjelaskan bahwa dalam kegiatan ini pihaknya menggandeng perbankan untuk mengedukasi masyarakat.
Bank Indonesia (BI) dan Bank BPD Kaltimtara turut memberikan kontribusi nyata dengan memberikan stimulus bagi warga yang mulai beralih ke pembayaran digital.
Marlina menyebutkan, Bank BI menyiapkan hadiah langsung bagi konsumen yang berani mencoba bertransaksi menggunakan QRIS dengan minimal belanja sebesar Rp50.000.
Sementara itu, Bank BPD berperan aktif membuka layanan agar masyarakat lebih mengenal kemudahan sistem pembayaran digital saat berbelanja kebutuhan pokok.
“Kita ingin masyarakat mulai terbiasa dengan transaksi digital. Alhamdulillah, kemarin warga sangat antusias karena belanja murah masih dapat hadiah lagi dari Bank BI,” ujar Marlina, Sabtu (31/1/2026).
Menurut Marlina, ini merupakan kolaborasi kedua kalinya dengan pihak perbankan atas undangan mereka.
Dalam sinergi ini, dinas berperan memfasilitasi kehadiran para distributor serta penyediaan gas LPG untuk memenuhi kebutuhan warga yang hadir.
Selain fokus pada digitalisasi, Dinas KUKM Perindag PPU juga sudah mulai mematangkan persiapan menyambut bulan suci Ramadan.
Marlina menjelaskan bahwa jadwal operasi pasar murah akan disinergikan dengan agenda Safari Ramadan yang dikoordinir oleh bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
Pemerintah telah memetakan empat titik lokasi strategis, Teknis pelaksanaannya pun dibuat lebih memudahkan masyarakat, yakni dengan menggelar pasar murah pada sore hari tepat sebelum rangkaian ceramah agama dimulai.
Langkah jemput bola ini diambil karena pemerintah menyadari adanya kenaikan kebutuhan pangan, sayur-mayur, hingga energi menjelang puasa.
Marlina berharap, dengan hadirnya pasar murah di titik-titik safari tersebut, stabilitas harga pangan dapat terus terjaga hingga Idul Fitri tiba.
“Ini adalah upaya kita agar masyarakat mendapatkan kemudahan akses pangan murah. Harapannya, harga tetap stabil dan daya beli warga tetap terjaga meskipun kebutuhan meningkat saat Ramadan nanti,” Pungkasnya.







