PENAJAM – Masalah banjir yang kerap melanda area Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Penajam Paser Utara (PPU) setiap kali hujan deras mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Kondisi ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan kelancaran pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang sedang berobat.
Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Abdul Waris Muin, menegaskan bahwa pembenahan sistem pembuangan air atau drainase harus segera dilakukan tanpa menunda-nunda.
Ia mengaku telah melihat langsung kondisi di lapangan dan mendapatkan laporan dari warga mengenai air yang meluap hingga masuk ke area rumah sakit.
Waris menjelaskan bahwa penyebab utama banjir diduga berasal dari saluran drainase yang sudah tidak berfungsi secara optimal.
Berdasarkan pengamatannya, banyak batu di sekitar pinggiran saluran yang runtuh dan menutupi jalur pembuangan air.
Hal inilah yang memicu penyumbatan parah saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
“Saya sudah dikirim video dan melihat langsung kondisinya. Saya minta Dinas Pekerjaan Umum segera menindaklanjuti. Akibat batu-batu jatuh ke saluran, drainase menyempit dan tidak mampu menampung debit air hujan. Itu yang memicu genangan,” ujar Waris saat memberikan keterangannya, Selasa (11/3/2026).
Sebagai langkah awal, ia meminta adanya penanganan darurat berupa pembersihan dan penggalian kembali saluran air menggunakan alat berat.
Tujuannya agar aliran air yang tersumbat material batu bisa kembali lancar dan tidak meluap ke halaman maupun ruangan rumah sakit.
Waris menekankan bahwa fasilitas publik seperti rumah sakit tidak boleh terganggu oleh masalah teknis seperti ini.
“Ini masalah serius. Rumah sakit adalah fasilitas pelayanan publik yang harus selalu siap melayani masyarakat. Tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Kita benahi drainasenya agar kejadian seperti ini tidak menghambat pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya kembali.
Waris juga mengingatkan agar persoalan ini tidak terus berulang setiap kali musim hujan tiba.
Menurutnya, pelayanan kesehatan adalah hal yang vital, sehingga seluruh fasilitas pendukungnya harus memadai.
“termasuk sistem drainase, harus dipastikan dalam kondisi baik agar aktivitas medis tetap berjalan normal tanpa gangguan banjir,” Pungkasnya.







