PPU — Tingginya intensitas kebakaran lahan yang melanda Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dalam tiga bulan terakhir menguras habis energi para petugas di lapangan. Kondisi ini membuat Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten PPU belum sempat melakukan pemeriksaan kesehatan berkala secara khusus bagi para personelnya yang terus berjibaku melawan asap.
Kepala DPKP Kabupaten PPU, Fernando Simanjuntak, mengakui bahwa faktor kesibukan di lapangan menjadi alasan utama belum terlaksananya pengecekan medis tersebut. Jadwal penanganan kebakaran yang terjadi hampir setiap hari menuntut seluruh armada dan personel untuk selalu mengedepankan prioritas kesiagaan penuh di posko maupun lokasi titik api.
“Terkait dengan kesehatan para personel di lapangan, hingga saat ini belum dilakukan pengecekan khusus karena kesibukan penanganan di lapangan yang menuntut prioritas kesiagaan setiap hari,” ujar Fernando,(24/9/26).
Meski belum terlaksana akibat situasi darurat kebakaran, Fernando memastikan bahwa hak kesehatan para petugas pemadam tidak akan diabaikan begitu saja. Pemerintah daerah bersama dengan tim satuan tugas (Satgas) dari berbagai instansi lintas sektor telah menyusun langkah antisipasi untuk menjaga kondisi fisik para petugas pelopor di lapangan.
“Kami saat ini tengah mematangkan koordinasi teknis bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) PPU untuk menjadwalkan pemeriksaan medis menyeluruh,” Ungkapnya.
Pemeriksaan ini sangat penting mengingat para personel terus-menerus menghirup asap pekat dari kebakaran lahan yang berpotensi mengganggu saluran pernapasan mereka.
“rencana pengecekan kesehatan serta penyediaan masker bagi petugas telah disiapkan oleh pemerintah bersama tim satuan tugas dari berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Kesehatan,” tambah Fernando.
Fasilitas pelindung pernapasan ini nantinya wajib digunakan oleh seluruh petugas saat menjinakkan api di area karhutla guna meminimalkan risiko paparan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
“Langkah ini diharapkan dapat segera terealisasi dalam waktu dekat di sela-sela penurunan intensitas kebakaran, sehingga stamina dan kesehatan para personel kami tetap terjaga optimal hingga status siaga kemarau berakhir,” Pungkas Fernando.







