PENAJAM – Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan segera memiliki posko pemadam kebakaran (Damkar) sendiri. Inisiatif ini digagas oleh Lurah Jenebora, Heru Susanto dengan tujuan mempercepat penanganan kebakaran dan kejadian darurat lainnya. Posko ini merupakan hasil alih fungsi bangunan eks kantor perwakilan kelurahan yang sebelumnya tidak difungsikan secara optimal.
Heru Susanto menjelaskan bahwa bangunan tersebut merupakan hibah dari masyarakat kepada kelurahan.
“Itu kan dulu kantor perwakilannya kelurahan, sampingnya situ ada posyandu sama polindes. Terus, karena itu merupakan hibah dari masyarakat ke kelurahan, kami alih fungsi,” ujarnya, Senin (28/7/2025).
Keputusan mengalihfungsikan bangunan menjadi posko damkar didasari oleh pengalaman sebelumnya di mana keberadaan pemadam kebakaran di wilayah lain terlalu jauh.
“Melihat kejadian-kejadian kemarin, nanti pemadam ke sana, bukan memadamkan api, hanya bara yang dipadamkan karena sudah selesai,” jelas Heru.
Dengan adanya posko di Jenebora, diharapkan penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif.
Proses renovasi posko damkar ini sudah mulai dilakukan. Heru Susanto menyebutkan bahwa proses penataan dan penyekatan ruangan telah dilakukan melalui gotong royong warga.
“Ini sudah mulai, nanti sesudah beres-beres di sana, di sekat, kemarin gotong royong. Jadi nanti dua tim CPNS kita standby-kan di sana berikut dua unit kendaraan pemadam, satu unit pengendalian, satu unit suplai air,” paparnya.
Koordinasi dengan dinas terkait juga telah dilakukan. Heru mengungkapkan bahwa sebelumnya sempat mencoba mengajukan permintaan kepada pihak perusahaan, namun tidak terealisasi.
“Sebelumnya sudah saya koordinasi. Tadinya kan minta di perusahaan, tapi pihak perusahaan tidak memberi. Dinas terkait sudah mengeluarkan surat, sudah siap untuk ada posko di Jenebora,” terangnya.
Dengan demikian, posko ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kab. PPU.
Meskipun alih fungsi bangunan tidak menggunakan anggaran dari kelurahan, Heru menjelaskan bahwa anggaran untuk posko ini akan sepenuhnya ditanggung oleh Damkar PPU.
Posko damkar Jenebora ini nantinya akan meng-cover tiga kelurahan, yaitu Gersik, Jenebora, dan Pantai Lango. Jarak Jenebora dari posko pemadam di Maridan dan Sotek terbilang jauh, sekitar 40 kilometer, sehingga keberadaan posko baru ini sangat krusial untuk mempercepat penanganan darurat.
Untuk mendukung operasional posko, akan dibentuk tim relawan dari masing-masing kelurahan.
“Untuk relawannya nanti dari masing-masing kelurahan. Jadi nanti kalau ada kejadian, relawan itu ikut bersama-sama sambil menunggu pelatihannya ya, karena kan susah kalau relawan tapi belum dilatih,” kata Heru.
Pihak Damkar PPU juga telah melakukan survei lokasi untuk memastikan efisiensi penanganan, termasuk perhitungan kebutuhan selang jika mobil pemadam harus stay di lokasi tertentu.
Dengan adanya posko damkar ini, diharapkan masyarakat Jenebora dan sekitarnya dapat merasa lebih aman dan terlayani dengan cepat saat menghadapi situasi darurat, termasuk penanganan binatang buas yang kerap dilaporkan.(Adv)
Penulis: Ayu







