Dinas Perikanan PPU Tahun Ini Rencanakan Pemetaan untuk Mengatasi Tambak Terbengkalai

PENAJAM – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mengambil langkah proaktif untuk mengatasi permasalahan tambak yang tidak termanfaatkan. Guna mencari solusi yang tepat, pihak dinas berencana melakukan pemetaan secara menyeluruh terhadap lahan-lahan yang terbengkalai.

Kepala Dinas Perikanan PPU, Rozihan Asward, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa perencanaan pemetaan ini akan menjadi fokus utama tahun ini. Ia juga menegaskan bahwa rencana strategis ini telah dikomunikasikan dan disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) PPU.

“Tahun ini kita baru mau mengadakan perencanaan pemetaan terhadap hal itu, dan kami sudah sampaikan kepada DPRD terkait ini,” ujarnya, Selasa (9/9/2025).

Dalam diskusi tersebut, ia memaparkan data yang mengindikasikan ketimpangan besar. Dari total luas lahan tambak yang ada di PPU, yang mencapai 9.000 hektare, saat ini hanya sekitar 4.000 hektare saja yang aktif dikelola. Kesenjangan yang signifikan ini menunjukkan adanya potensi besar yang belum dimaksimalkan, sehingga memicu pihak dinas untuk segera bertindak.

Setelah melakukan peninjauan langsung di lapangan, tim dari Dinas Perikanan menemukan bahwa akar permasalahan utama bukan terletak pada kurangnya minat petani, melainkan pada kerusakan infrastruktur.

“Masalahnya itu setelah kami cek ke lapangan, adalah infrastrukturnya yang rusak seperti saluran airnya,” ungkapnya.

Ia memberikan analogi yang sangat relevan, membandingkannya dengan kondisi sawah, “Jika diibaratkan sawah, kalau tidak dialiri air, tidak bakal ada yang menanam padi. Sama seperti tambak itu.”

Dengan demikian, langkah pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi secara spesifik tambak mana saja yang infrastrukturnya rusak, seberapa parah kerusakannya, dan jenis perbaikan apa yang paling dibutuhkan. Data yang terkumpul dari pemetaan ini akan menjadi dasar bagi Dinas Perikanan untuk menyusun program revitalisasi yang lebih terencana dan efektif.

Diharapkan, dengan perbaikan saluran air dan infrastruktur pendukung lainnya, lahan tambak yang saat ini terbengkalai dapat kembali produktif. Upaya ini tidak hanya akan meningkatkan hasil perikanan di PPU, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan memberdayakan masyarakat petani tambak.(Adv)

 

Penulis: Ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *