PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) sedang mempercepat membangun tempat penampungan baru, atau yang biasa disebut rumah singgah. Tempat ini disiapkan khusus untuk menampung sementara orang-orang yang terlantar di jalan, termasuk lansia (orang tua) dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), sebelum mereka mendapat perawatan yang lebih baik.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) PPU, Mukhtar, mengatakan pembangunan rumah singgah ini adalah solusi permanen. Selama ini, Dinsos harus menyewa dua rumah untuk menampung mereka.
”Rumah singgah ini penting untuk menampung warga yang tidak punya tempat tinggal, lansia, atau ODGJ. Kalau ada ODGJ yang baru diamankan, kita taruh di sini dulu sebelum kita bawa ke rumah sakit jiwa di Grogot,” kata Mukhtar, Selasa (11/11/2025).
Mukhtar menjelaskan, dana yang dipakai untuk membangun rumah singgah ini sekitar Rp700 Juta. Bangunannya memang tidak terlalu besar, ukurannya sekitar 10 \times 10 meter. Di dalamnya ada dua kamar tidur (satu buat petugas jaga dan satu khusus untuk ODGJ), dapur, dan ruang tamu.
Saat ini, rumahnya sudah berdiri, hanya tinggal menyelesaikan bagian atap dan lantai yang masih berupa tanah.
”Waktu pengerjaan proyeknya cuma sekitar 45 hari kerja. Kami berharap paling lambat Desember 2025 nanti, rumah singgah ini sudah beres dan siap dipakai,” jelas Mukhtar.
Sebelumnya, kalau Dinsos menangkap ODGJ, mereka terpaksa menitipkannya sementara di kantor Satpol PP. Dengan adanya rumah singgah baru ini, masalah tempat penitipan sementara akan tuntas.
Meskipun senang dengan adanya bangunan permanen ini, Mukhtar mengakui ada sedikit kendala. Seharusnya, tempat penampungan dipisah, satu untuk laki-laki dan satu untuk perempuan.
”Bangunan ini kan cuma satu. Jadi, kemungkinan besar satu unit rumah sewa yang sekarang kita pakai akan tetap kita sewa. Itu untuk memisahkan tempat penampungan laki-laki dan perempuan, agar lebih aman dan nyaman,” tambahnya.
terkait petugas yang akan mengelola, Mukhtar menjelaskan sementara ini akan diurus oleh orang-orang dari Dinsos sendiri. Untuk penanganan ODGJ, mereka akan dibantu oleh pihak provinsi, di mana ODGJ akan dilatih di rumah sakit sampai sembuh. Setelah sembuh, mereka akan dijemput kembali oleh keluarganya.
Mukhtar berharap fasilitas ini bisa dipakai semaksimal mungkin. Ia sangat yakin jumlah orang terlantar di jalanan, termasuk ODGJ, akan jauh berkurang.
”Harapan saya, dengan adanya rumah singgah ini, tidak ada lagi orang yang terlantar di jalan. Keluhan masyarakat soal ODGJ di luar juga bisa ditangani karena sudah ada tempat yang layak untuk mereka singgah sementara,” tutup Mukhtar. (Adv)
Penulis : Ayu







