PENAJAM – Di tengah isu efisiensi anggaran yang menjadi fokus pemerintah daerah, Wakil Bupati PPU, Waris Muin, memastikan bahwa insentif bagi guru honorer di Kabupaten PPU akan tetap menjadi perhatian serius.
Komitmen ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian panjang para guru yang berpenghasilan pas-pasan.
Waris Muin mengakui bahwa pengabdian guru, terutama guru honorer, sangat panjang dan pantas mendapatkan penghargaan yang layak.
”Terkait insentif, InsyaAllah tetap diperhatikan. Guru tidak boleh ditinggal, apapun sekecil atau sebesar jumlahnya, jangan ditinggal,” tegas Waris Muin (3/12/25).
Ia menyayangkan jika guru yang telah mengabdi puluhan tahun tidak mendapatkan insentif, mengingat gaji pokok mereka seringkali tidak mencukupi.
Ia berharap guru honorer dapat menerima Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) sebagai bentuk peningkatan kesejahteraan.
”Kalau ada insentif, karena masa guru tidak ada insentifnya setelah pengabdiannya yang panjang? Saya rasa guru ini perlu karena dia dapat apa Gajinya pas-pasan. Kalau dia dapat TTP seperti itu alhamdulillah,” jelasnya.
Waris Muin bahkan menyampaikan titipan kepada Kepala Dinas Pendidikan PPU agar dirinya dilibatkan dalam kegiatan guru, terutama kegiatan ekstrakurikuler.
Ia siap memberikan bantuan, meskipun terbatas pada fasilitas, makanan, dan minuman, jika tidak memungkinkan berupa uang tunai karena keterbatasan anggaran.
”Seandainya kita ini dapat anggaran yang lebih besar, guru saya titip, apa yang harus dibantu. Sampaikan pada saya, biar kita melihat sampai di mana pengabdian guru bisa kita bantu,” pungkasnya. (Adv)
Penulis: ayu







