Stok Daging di PPU Aman hingga Lebaran, Distan Ingatkan Dampak Penurunan Anggaran Populasi Sapi

PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan ketersediaan daging sapi dan ayam bagi masyarakat dalam kondisi mencukupi, bahkan hingga menyambut hari raya Idulfitri mendatang.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan PPU, Ristu Pramula, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, angka produksi daging di PPU cukup signifikan.

Tercatat produksi daging sapi mencapai 305.258 kilogram, sementara produksi ayam ras menyentuh angka 2.552.272 kilogram.

“Untuk produksi daging hingga lebaran nanti dipastikan mencukupi. Selain mengandalkan hasil lokal, kita juga mendatangkan pasokan dari luar daerah seperti NTT, Sulawesi Selatan, dan NTB,” ujar Ristu, Kamis (5/2/2026).

Ristu menjamin kualitas daging yang beredar di pasar telah melalui prosedur kesehatan yang ketat. Pihaknya rutin melakukan pemeriksaan antemortem (sebelum dipotong) dan postmortem (setudah dipotong).

Khusus untuk sapi yang didatangkan dari luar pulau, prosedur karantina menjadi hal wajib guna mencegah masuknya penyakit.

“Sapi dari luar harus melewati masa karantina total selama 28 hari; 14 hari di daerah asal dan 14 hari saat tiba di sini. Setelah dinyatakan aman, baru bisa diedarkan ke kabupaten-kabupaten,” jelasnya.

Meski stok aman, Ristu tidak menampik adanya tantangan dalam peningkatan populasi sapi lokal. Saat ini, populasi sapi lokal di PPU berada di angka sekitar 8.000 hingga 8.400 ekor.

Namun, angka ini sulit melonjak tajam karena keterbatasan anggaran daerah yang berdampak pada program Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik.

“Tahun ini anggaran kita berkurang, sehingga stok dosis untuk kawin suntik juga terbatas. Sebagai solusinya, kita optimalkan melalui perkawinan alami,” kata Ristu.

Ia menambahkan, pada tahun lalu pihaknya menyalurkan sekitar 1.300 dosis bibit. Untuk tahun 2026 ini, Distan PPU masih menunggu alokasi dari provinsi dan berharap penurunannya tidak terlalu drastis dibanding tahun sebelumnya.

Mengingat adanya efisiensi anggaran APBD, Ristu meminta para peternak untuk tetap kooperatif, terutama dalam program kesehatan hewan yang masih berjalan.

“Kami harap para peternak selalu merespon dengan baik jika ada program vaksinasi. Kami juga memohon maklum jika pengadaan bantuan berkurang karena kondisi APBD yang menurun,” Pungkas Ristu.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *