Tingkatkan Standar Pelayanan, Perpustakaan Penajam Lengkapi buku untuk Teman Disabilitas

PENAJAM – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berusaha untuk meningkatkan layanan bagi seluruh lapisan masyarakat. Terbaru, perpustakaan daerah di Tanah Benuo Taka ini kini semakin ramah terhadap penyandang disabilitas, khususnya bagi tunanetra.

​Kepala Dispusip PPU, Muhammad Yusuf Basra, mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima tambahan koleksi berupa buku tulisan timbul atau buku braille.

Koleksi istimewa ini merupakan bantuan langsung dari Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

​”Koleksi buku tulis timbul ini sudah kami terima sekitar sebulan yang lalu. Tujuannya tentu untuk menambah kekayaan literasi yang ada di perpustakaan kita,” ujar Yusuf saat memberikan keterangan, Rabu (25/2/2026).

​Yusuf menegaskan bahwa keberadaan buku braille ini bukan sekadar pajangan atau tambahan koleksi biasa.

Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama dengan warga lainnya untuk mendapatkan akses bacaan yang berkualitas.

​”Layanan kita memang semestinya menyediakan akses untuk teman-teman disabilitas. Ini adalah bagian dari pemenuhan standar pelayanan perpustakaan yang inklusif. Artinya, perpustakaan daerah harus terbuka dan bisa dinikmati oleh semua orang tanpa terkecuali,” jelasnya.

​Selain untuk memenuhi hak masyarakat, ketersediaan fasilitas bagi disabilitas ini juga menjadi salah satu poin penting dalam standar penilaian kualitas perpustakaan daerah di tingkat nasional.

​Terkait penambahan koleksi buku secara umum, Yusuf menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir Dispusip PPU jarang melakukan pengadaan sendiri menggunakan anggaran daerah.

Pihaknya lebih banyak bergerak aktif menjemput bola melalui skema hibah.

​”Pengadaan buku memang jarang kami lakukan sendiri. Biasanya koleksi kami bertambah melalui bantuan hibah, baik itu dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur maupun dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas),” tambahnya.

​Hingga saat ini, Dispusip PPU tercatat mengelola lebih dari 30 ribu eksemplar buku yang terdiri dari sekitar 12 ribu judul bacaan.

Jumlah ini diharapkan terus bertambah seiring dengan meningkatnya minat baca masyarakat.

​Dengan fasilitas yang semakin lengkap dan gedung yang memadai, Yusuf berharap perpustakaan bukan lagi dianggap sebagai tempat yang kaku, melainkan menjadi ruang belajar yang nyaman bagi siapa saja.

​Pihak Dispusip berkomitmen untuk terus memperkaya jenis bacaan agar minat baca warga Penajam terus terdongkrak.

Harapannya, dengan adanya fasilitas yang semakin ramah untuk semua kalangan, jumlah pengunjung harian ke perpustakaan bisa meningkat drastis.

​”Fasilitas kita sekarang sudah sangat memadai. Harapannya, masyarakat semakin tertarik dan bersemangat untuk datang berkunjung dan membaca di sini,” tutup Yusuf.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *