Anggaran Terbatas, Dishub PPU Hanya Siagakan Pos Gabungan di Pelabuhan Feri dan Petung

PENAJAM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memastikan pengawasan arus lalu lintas tetap berjalan meski terbentur kendala anggaran. Tahun ini, titik pengawasan gabungan terpaksa dipangkas secara signifikan.

Sekretaris Dishub PPU, Andy Sunra Satriadi Sumaryo, mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil setelah melakukan rapat koordinasi bersama Jasa Raharja dan instansi terkait pada Rabu (25/2/2026).

Andi menjelaskan bahwa operasi ini akan melibatkan tim terpadu yang terdiri dari Satlantas Polres PPU, Dishub, Jasa Raharja, Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, hingga pihak rumah sakit.

Meski melibatkan banyak instansi, jangkauan pengawasan di lapangan terpaksa dibatasi demi menyesuaikan dengan kondisi keuangan daerah yang tersedia.

Andy mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya hanya mampu menetapkan dua titik pengawasan utama, yakni di Pelabuhan Feri dan kawasan Petung.

Padahal, jika merujuk pada kebutuhan ideal, ada banyak titik penting yang seharusnya mendapatkan penjagaan serupa guna menjamin kelancaran arus lalu lintas.

“Seharusnya pengawasan ini ada di dermaga feri, pelabuhan speed boat, simpang silkar, petung, rest area arah waru, hingga Babulu, tapi anggaran nya tidak memungkinkan,” kata Andy.

Ia menambahkan bahwa proses pemilihan dua lokasi untuk tahun ini merupakan pilihan yang sangat sulit bagi pihak dinas.

Kondisi anggaran yang minim ini juga berdampak langsung pada jumlah petugas yang berjaga di lapangan.

Andy menyebutkan bahwa jumlah personel di setiap titik pengawasan terpaksa dibatasi secara ketat agar operasional tetap bisa berjalan.

“Untuk personel di setiap titik dengan sangat terpaksa kami maksimal 4 orang saja karena keterbatasan anggaran kami,” tuturnya dengan nada prihatin.

Walau demikian, Andy memastikan bahwa pengawasan di area dalam kota tetap akan diupayakan secara maksimal melalui skema patroli rutin.

Saat ini, terdapat sekitar 30 personel yang disiapkan untuk melakukan patroli di wilayah kota, yang pelaksanaannya akan disinergikan dengan kegiatan lapangan lainnya.

“Tapi untuk patroli di dalam kota ada 30 orang, itu nanti dilakukan sambil saja,” pungkasnya.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *