PPU – Sebanyak 12 perwakilan desa di Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), menyampaikan aspirasi mereka terkait percepatan pembangunan Bendungan Gerak Telake yang hingga kini belum terealisasi. Aspirasi tersebut diterima oleh Sujiati, Anggota DPRD PPU, saat melaksanakan Masa Reses di wilayah yang dikenal sebagai lumbung pangan Kabupaten PPU.
“Hampir semua desa di tempat saya reses menyampaikan harapan agar Bendungan Telake segera selesai, sehingga kebutuhan air untuk perairan persawahan dapat terpenuhi,” ungkap Sujiati
Menurut Sujiati, sebagian besar masyarakat Babulu merupakan petani yang sangat bergantung pada irigasi untuk keberlangsungan pertanian mereka. Saat ini, mereka hanya mengandalkan air tadah hujan, yang sering kali tidak mencukupi kebutuhan lahan pertanian.
Kecamatan Babulu, salah satu lumbung pangan utama di PPU, memiliki peran penting dalam mendukung pasokan beras di daerah, terutama dengan meningkatnya kebutuhan pangan seiring keberadaan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sujiati menilai percepatan pembangunan Bendungan Gerak Telake sangat mendesak untuk mendukung produktivitas pertanian warga.
“Bendungan ini menjadi solusi alternatif agar air dapat mengalir ke sawah-sawah warga, khususnya di Kecamatan Waru dan Babulu. Sayangnya, meskipun sering diwacanakan, hingga kini pengerjaannya belum selesai,” tambahnya.
Sujiati menegaskan pentingnya pembangunan bendungan ini sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan dan mendukung para petani di PPU. Ia berharap pemerintah segera memberikan perhatian khusus agar proyek ini dapat terealisasi dalam waktu dekat.







