PENAJAM – Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Mudyat Noor, menegaskan komitmennya untuk mempercepat digitalisasi di seluruh wilayah. sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, inisiatif ini sejalan dengan program strategis yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Bupati Mudyat menjelaskan bahwa tujuan utama dari digitalisasi adalah untuk menciptakan pelayanan yang lebih mudah, efisien, akuntabel, dan transparan bagi seluruh masyarakat.
“Kegiatan ini memang merupakan program strategis yang dilakukan oleh Presiden Indonesia, Pak Prabowo Subianto, dalam rangka digitalisasi untuk memudahkan pelayanan. Jadi, semuanya di-efisienkan, di-akuntabelkan, dan juga lebih transparan,” ujarnya, Senin (4/8/2025).
Ia berharap digitalisasi akan terus berlanjut di berbagai bidang, sehingga masyarakat tidak lagi menghadapi kesulitan saat berurusan dengan kegiatan pemerintahan.
“Kita harapkan kegiatan digitalisasi ini akan berlanjut terus di berbagai bidang lainnya. Jadi, ke depannya, masyarakat tidak perlu lagi merasa kesulitan ketika membutuhkan sesuatu atau melakukan sesuatu yang berhubungan langsung dengan pemerintahan, karena semua sudah terdigitalisasi. Sistemlah yang akan berjalan,” tambahnya.
Maksimalkan Pendapatan Asli Daerah dan Berantas Pungli
Selain meningkatkan efisiensi pelayanan, digitalisasi juga memiliki peran penting dalam mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan memerangi praktik pungutan liar (pungli). Mudyat Noor menyatakan bahwa dengan sistem digital, kebocoran pendapatan dapat diminimalisir.
“Kalau untuk target, pasti ada kenaikan. Kita ingin targetnya naik terus setiap tahun. Kami berharap dengan adanya digitalisasi, targetnya bisa naik dari sebelumnya. Kebocoran-kebocoran yang pernah ada tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berharap digitalisasi dapat secara signifikan mengurangi tingkat kelalaian yang berpotensi memicu pungli.
“Kami berharap dengan adanya ini bisa mengurangi tingkat kelalaian, dalam hal ini adanya pungutan liar, dan juga kita bisa memaksimalkan pendapatan,” imbuhnya.
Untuk kedepannya, Mudyat Noor mengungkapkan rencana untuk menambah fasilitas publik guna meningkatkan kenyamanan masyarakat. Ia mencontohkan penambahan fasilitas seperti mushola dan tempat peristirahatan yang nyaman di area pelabuhan. Langkah ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat yang memanfaatkan fasilitas umum.
Mengenai upaya mendorong peningkatan PAD, Mudyat menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan mengoptimalkan seluruh aset yang dimiliki.
“Langkah ke depan, kita akan mendorong adanya PAD. Kita akan mengoptimalkan seluruh fasilitas yang dimiliki oleh Pemda yang kemudian menghasilkan PAD supaya bisa meningkat. Contohnya dengan sistem digitalisasi,” pungkasnya, menunjukkan bahwa digitalisasi tidak hanya terbatas pada pelayanan, tetapi juga menjadi alat utama untuk mengelola dan meningkatkan potensi ekonomi daerah.(Adv)
Penulis: Ayu







