PENAJAM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tidak mau berpangku tangan meski anggaran daerah saat ini sedang terbatas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disbudpar PPU, Rusli, menegaskan bahwa pihaknya kini memilih langkah proaktif dengan “menjemput bola” ke pemerintah pusat guna mengamankan dukungan pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas besarnya potensi pariwisata PPU yang perlu segera dikembangkan, terutama mengingat posisi geografisnya yang bertetangga langsung dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Rusli menegaskan bahwa keterbatasan anggaran daerah bukanlah alasan untuk pasif, melainkan pemantik untuk mencari terobosan pendanaan di luar APBD.
Saat ini anggaran yang ada di dinasnya hanya sekitar Rp1,4 miliar. Jumlah itu tergolong kecil karena hampir habis hanya untuk membiayai operasional rutin pegawai.
Padahal, PPU punya tugas besar untuk menyiapkan tempat rekreasi bagi warga yang nantinya akan berbondong-bondong pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
”Kita tidak bisa diam saja hanya mengandalkan anggaran daerah yang ada. Kalau kita mau pariwisata maju, kita harus berani keluar mencari pendanaan lain. Makanya, saya mendampingi Pak Bupati langsung untuk ‘berburu’ anggaran ke kementerian di pusat,” ujar Rusli (7/1/26).
Fokus utama lobi-lobi ini diarahkan ke Kementerian Pariwisata serta Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf).
Rusli menilai, pemisahan kedua kementerian tersebut merupakan peluang emas bagi daerah untuk mendapatkan perhatian lebih spesifik.
Hal ini ia manfaatkan untuk bertemu langsung dengan pihak kementerian guna menyampaikan potensi-potensi wisata yang ada di Penajam.
Rusli menyebut ada respons positif atau “angin segar” dari Pak Menteri. Dukungan ini nantinya tidak hanya soal pembangunan fisik, tapi juga bantuan untuk para pelaku seni dan promosi daerah agar lebih dikenal luas.
”Pak Bupati ingin sekali kita tidak cuma kerja rutinitas saja. Kita harus punya terobosan nyata. Dengan adanya dukungan dari pusat nanti, kita harap pembangunan wisata di PPU bisa melompat lebih jauh tanpa harus membebani keuangan daerah kita sendiri,” pungkasnya. (Adv)







