PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Disbudpar sedang merancang cetak biru baru untuk kawasan Jembatan Mangrove. Destinasi yang selama ini menjadi andalan lokal tersebut akan ditingkatkan skalanya menjadi objek wisata unggulan yang mampu bersaing dengan destinasi luar daerah.
Plt Kepala Disbudpar PPU, Rusli, menjelaskan rencananya terkait pemanjangan struktur jembatan hingga 70 meter menjorok ke arah laut.
Pengembangan ini didesain secara estetis dengan membentuk formasi huruf ‘T’ di bibir pantai, sehingga wisatawan bisa merasakan sensasi berada di tengah laut dengan latar belakang hutan mangrove yang asri.
”Ini adalah keinginan Pak Bupati agar ada nilai tambah yang signifikan. Kita akan siapkan pusat kuliner di sepanjang jembatan tersebut. Bayangkan, wisatawan bisa berjalan menuju laut, menikmati angin pantai, sambil menikmati hidangan khas lokal di kiri dan kanan jalan. Ini akan menjadi pengalaman yang berbeda,” jelas Rusli (8/1/26).
Selain mempercantik infrastruktur, Disbudpar juga memberikan perhatian serius pada aspek kenyamanan pengunjung melalui penyediaan fasilitas digital.
Mengingat area tersebut masih tergolong blank spot, koordinasi intensif terus dilakukan dengan pihak provider telekomunikasi seperti Telkom dan Indosat. Bahkan, opsi penggunaan teknologi internet satelit Starlink sedang dikaji secara mendalam.
”Wisata zaman sekarang tidak bisa lepas dari koneksi internet. Orang ingin langsung berbagi momen lewat media sosial. Selain itu, urusan lahan parkir juga sedang kita tuntaskan. Proses appraisal atau penilaian harga lahan kami targetkan selesai di tahun 2026 ini,,” pungkasnya. (Adv)







