PENAJAM – Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskukmperindag) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang bulan suci Ramadan 2026. Salah satu fokus utamanya adalah menjamin pasokan gas Elpiji tetap stabil.
Kepala Bidang Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyusun agenda rutin untuk mengawal momen besar ini.
Selain memantau stok, pemerintah daerah juga berencana menggelar operasi pasar sekaligus dirangkai dengan kegiatan Safari Ramadan.
Marlina menjelaskan bahwa operasi pasar gas ini tidak hanya terpusat di satu titik, melainkan akan menjangkau seluruh wilayah di PPU.
“Kami sudah menjadwalkan operasi pasar gas di empat kecamatan yang ada di PPU. Kegiatan ini juga akan dilaksanakan bersamaan dengan agenda Safari Ramadan pemerintah daerah,” ujar Marlina, (10/2/2026).
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan gas dengan harga yang sesuai, terutama di tengah potensi meningkatnya konsumsi saat Ramadan.
Terkait kondisi di lapangan saat ini, Marlina memastikan rantai distribusi gas Elpiji di wilayah PPU masih berjalan dengan sangat baik. Jadwal pengiriman dari agen menuju pangkalan dilakukan secara rutin setiap minggunya.
“Pendistribusian tabung gas sudah berjalan lancar karena setiap minggu sudah terjadwalkan dengan jelas. Meski begitu, kami tidak lengah dan terus melakukan monitoring serta pengawasan ketat di lapangan,” tegasnya.
Marlina menyadari bahwa menjelang Lebaran, permintaan masyarakat terhadap gas tabung biasanya melonjak tajam.
Namun, ia meminta warga untuk tidak khawatir secara berlebihan karena stok dipastikan mencukupi. Pihak Diskukmperindag juga telah menyiapkan langkah darurat (kontingensi).
Jika di kemudian hari ditemukan adanya kenaikan harga yang tidak wajar atau tanda-tanda kelangkaan, pemerintah akan langsung melakukan intervensi.
“Kami pastikan stok aman sampai Lebaran nanti. Kalaupun ada indikasi kelangkaan atau harga mulai naik di luar batas, kami langsung antisipasi dengan menggelar operasi pasar tambahan,” pungkas Marlina.







