Tolak Aneksasi Palestina oleh Israel, Harun Al Rasyid: Palestina Buminya Para Nabi

Samarinda – Hingga saat ini berbagai upaya diplomasi sudah dilakukan dari berbagai negara termasuk Indonesia. Baru-baru ini, Presiden Indonesia bersama PM Malaysia dan Sultan Brunei Darussalam telah sepakat untuk mengeluarkan Joint Statement atau pernyataan bersama terkait aneksasi wilayah Palestina oleh Israel

Bahkan Menteri Luar Negeri Indonesia juga sempat menyampaikan kecaman keras terhadap seluruh tindakan yang dilakukan Israel dalam pertemuan setingkat menteri negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Menanggapi aneksasi wilayah Palestina, Anggota DPRD Kaltim Harun Al Rasyid menyampaikan, ini merupakan isu utama sekaligus permasalahan utama kaum muslimin, karena beberapa alasan diantaranya negara Palestina adalah buminya para Nabi yang semuanya muslim.

Menilik dari catatan sejarah, Palestina pertama kali dihuni oleh Kan’an, salah satu anak Nabi Nuh dan keturunannya. Ketika Nabi Ibrahim masuk ke Palestina, bumi Palestina sudah dihuni oleh bangsa Kanaan dan keturunannya.

“Keturunan Nabi Nuh serta Nabi Ibrahim bersama tinggal di Palestina secara turun temurun dengan damai,” jelas Harun.

Legislator dari PKS ini melanjutnya, Nabi Ya’qub bersama keturunannya pindah ke Mesir pada masa Nabi Yusuf menjadi penguasa di Mesir.

Sepeninggal Nabi Yusuf, keturunan Nabi Ya’qub yang dikenal dengan nama bani Israil diperbudak oleh Fir’aun penguasa Mesir. Pada masa Nabi Musa bani Israil dibawa kembali ke Palestina.

“Nabi Ibrahim dan semua para nabi keturunannya adalah muslim,” imbuh Harun.

Anggota DPRD Kaltim Dapil Bontang-Kutim-Berau ini menuturkan alasan lainnya, di Negara Palestina ada Masjidil Aqsha, salah satu masjid utama dan suci kaum muslimin selain Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Masjid ini kiblat pertama kaum muslimin dan tempat isra’ Nabi Muhammad saw.

Masjid ini pertama kali dibangun oleh Nabi Ibrahim untuk anaknya Nabi Ishak, setelah sebelumnya meninggikan bangunan Masjidil Haram untuk anaknya, Ismail

“Permasalahan Palestina bukan lagi permasalahan kaum muslimin, tapi ini juga menjadi permasalahan kemanusiaan. Maka, kaum muslimin di seluruh dunia khususnya dan manusia umumnya punya kewajiban untuk membantu Palestina,” tutup Harun Al Rasyid.

 

 

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *