PUPR PPU Prioritaskan Rigid Beton 15 Km, Hanya Satu Titik Diaspal dengan Dana DBH Sawit

PENAJAM – Pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus dikebut pengerjaannya oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU.

Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga, Petriandy Ponganton Pasulu, mengungkapkan bahwa alokasi anggaran dan jenis pengerjaan jalan di PPU diprioritaskan untuk ketahanan jangka panjang, dengan mayoritas menggunakan beton kaku (rigid beton).

​Petriandy menjelaskan, dari total proyek peningkatan jalan yang dikerjakan Bidang Bina Marga di empat kecamatan (Babulu, Penajam, Waru, dan satu kecamatan lainnya), hanya satu titik yang berupa pengaspalan, sementara sisanya adalah peningkatan ke rigid beton.

​Proyek pengaspalan tunggal yang dikerjakan Bidang Bina Marga tahun ini berlokasi di Desa Waru Bangun Mulyo, Kecamatan Waru. Pengerjaan ini merupakan bagian dari penyelesaian proyek yang sumber dananya berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.

​“Kalau pengaspalan cuma satu kami, ada di Waru aja. Kalau yang lainnya rigid, rigid beton,” kata Petriandy (9/12/25).

Ia menambahkan bahwa jalan yang diaspal di Waru Bangun Mulyo memiliki panjang 512 meter dan lebar sekitar 5 meter.

​Petriandy juga menjelaskan batas kewenangan pengerjaan jalan yang dilakukan oleh Bidang Bina Marga.

​“Kita fokusnya di jalan kabupaten. Kalau Binamarga itu jalan kabupaten. Kalau jalan-jalan desa itu nanti memang ada sebagian dana Alokasi Dana Desa (ADD) tapi kalau dana kabupaten ya fokus Binamarga di situ. Kalau jalan desa UPT nanti ada pembangunan juga, hanya sifatnya yang sementara,” paparnya.

​Dengan fokus pada jalan kabupaten, total panjang jalan yang ditingkatkan menjadi rigid beton tahun ini mencapai sekitar 15 kilometer.

Secara keseluruhan, proyek jalan di bawah Bidang Bina Marga PPU ini telah mencapai 90% penyelesaian dan diharapkan tuntas sepenuhnya tahun ini.

​Petriandy juga menyampaikan bahwa program kerja tahun depan akan lebih fokus pada pemeliharaan jalan yang sudah ada, seiring dengan penyesuaian anggaran yang mungkin tidak memprioritaskan pembangunan proyek baru dalam jumlah besar. (Adv)

Penulis : ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *