PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) terus bergerak aktif menjaga stabilitas harga pokok masyarakat. Meskipun saat ini pemerintah daerah sedang dihadapkan pada tantangan efisiensi anggaran, hal tersebut tidak menghalangi pelayanan kepada warga, terutama di Kecamatan Sepaku.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKM Perindag PPU, Marlina, menjelaskan bahwa kunci agar kegiatan tetap berjalan maksimal adalah kolaborasi lintas sektor yang kuat, khususnya sinergi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN).
OIKN selama ini berperan aktif memfasilitasi tempat serta mengundang berbagai distributor besar.
“Kami berterima kasih kepada OIKN karena kolaborasi ini sangat membantu kami, terutama di tengah dampak efisiensi anggaran daerah,” ungkap Marlina, (30/1/2026).
Dalam kegiatan di depan Kantor Camat Sepaku tersebut, dinas menghadirkan berbagai mitra mulai dari asosiasi pedagang pasar, Bulog, hingga toko ritel modern.
Kehadiran para distributor ini memastikan masyarakat mendapatkan harga yang jauh lebih miring dibanding harga pasar pada umumnya.
“Kami mengundang distributor lokal dan toko modern seperti Alfamart. Dari pihak gas dan Bulog juga hadir mendukung operasi pasar ini,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat Sepaku tergolong luar biasa. Sejak dibuka pukul 08.30 WITA, warga terus berdatangan hingga stok gas LPG sebanyak 200 tabung ludes hanya dalam waktu satu jam.
Komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih juga habis seketika.
Lebih lanjut, Marlina menegaskan bahwa kegiatan operasi pasar ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi pola pangan B2SA dari pihak Otorita.
Ia berharap kerja sama dengan berbagai mitra seperti BUMN dan distributor swasta ini bisa terus berlanjut agar stabilitas ekonomi di Penajam Paser Utara tetap terjaga dengan baik meskipun dalam kondisi keterbatasan dana.
“Alhamdulillah kegiatan terlaksana dengan baik. Ke depan kita akan memperbanyak kolaborasi agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” Pungkasnya.







