PENAJAM – Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan (Disperkimtan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) tengah mempercepat penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang berlokasi di depan stadion. Kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat aktivitas publik dan ekonomi kreatif baru bagi masyarakat PPU.
Meski belum diresmikan secara seremonial, fasilitas di RTH ini sebenarnya sudah mulai dinikmati warga. Setiap sore mulai pukul 17.00 WITA, area jogging track di kawasan tersebut selalu ramai dipadati masyarakat yang berolahraga atau sekadar bersantai.
Kepala Bidang Perumahan, Permukiman, dan Pertamanan Disperkimtan PPU, Khairil Ahmad, mengungkapkan bahwa saat ini petugas di lapangan sedang fokus merampungkan area panggung (venue) seluas kurang lebih 1,6 hektar.
“Kami sedang memasang grass block di area venue menggunakan sisa stok pengadaan tahun 2023. Tujuannya agar kawasan tersebut tetap rapi dan tidak becek saat diguyur hujan,” ujar Khairil,(12/9/26).
Selain mematangkan infrastruktur fisik, Pemerintah Kabupaten PPU juga menaruh perhatian besar pada penataan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Langkah ini diambil sebagai tindak lanjut atas arahan Wakil Bupati PPU dan hasil koordinasi bersama Ketua Huta, agar para pedagang tidak lagi berjualan secara berpencar di area alun-alun maupun taman. Sebagai solusinya, pemerintah daerah telah menyiapkan area khusus yang terintegrasi.
Pekan ini, tim teknis dijadwalkan turun ke lapangan untuk mengukur langsung area yang diproyeksikan menampung 15 kios food street, gedung ekonomi kreatif (ekraf), serta gedung pengelola yang dilengkapi fasilitas toilet umum.
“Kami siapkan model desain booth yang rapi berukuran 2×3 meter atau 3×3 meter di area khusus tersebut,” jelas Khairil.
Untuk memastikan pengelolaan berjalan tertib, Disperkimtan akan melaporkan hasil pengukuran ini kepada Asisten II Setkab PPU untuk dibahas dalam rapat teknis. Mekanisme pemanfaatan lahan dan penetapan tarif sewa apakah perlu atau tidak nantinya akan diatur oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Sementara itu, urusan tata tertib parkir akan diserahkan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) PPU.
Jika berjalan sesuai rencana, RTH depan stadion ini akan mulai diisi dengan berbagai kegiatan atau event pengenalan kepada masyarakat luas pada bulan Oktober mendatang. Dari sektor estetika dan penghijauan, kawasan ini sudah ditanami sekitar 1.740 pohon peneduh, tanaman perdu, dan tanaman hias.
“Jenis yang ditanam cukup beragam, mulai dari tabebuya ungu, ketapang kencana, pucuk merah, hingga pohon pule setinggi 70 cm yang didatangkan dari pusat pembibitan Mentawir,” kata Khairil.
Hasil penghijauan ini diprediksi akan terlihat tumbuh optimal dalam waktu 1 hingga 2 tahun ke depan.
Di tengah upaya pemkab mempercantik wajah kabupaten, pengelola menyayangkan adanya tindakan tangan-tangan jahat yang merusak fasilitas umum. Diketahui, beberapa tanaman bunga seperti bugenvil (kembang kertas) di dekat Landmark Gerbang Nusantara dilaporkan hilang akibat dicuri.
Pihak Disperkimtan mengimbau keras dan mengetuk kesadaran oknum masyarakat yang mengambil tanaman tersebut agar bersedia mengembalikannya.
“Kami mengingatkan bahwa menjaga keindahan, kenyamanan, dan fasilitas di RTH ini adalah tanggung jawab bersama seluruh warga Penajam Paser Utara,” pungkasnya
penulis : ayu
editor : Muhammad Yusuf







