PENAJAM – Perumda Air Minum (Perumda) Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memenuhi undangan Rapat Dengar Pendapat (RDP)Dipimpin Ketua Komisi III Rusbani beserta delapan anggotanya ini membahas kesiapan PDAM dalam menghadapi musim kemarau, langkah-langkah strategi ke depan, serta mempertanyakan pengumuman sebelumnya mengenai wilayah Penajam yang sempat dilaporkan off total.
Direktur Utama Perumda Danum Taka, Abdul Rasyid, menjelaskan bahwa kondisi air baku di Sungai Lawe-Lawe sudah tidak memungkinkan untuk diolah.
“Karena ya sungainya kering, bendungannya kering, embungnya kering,” ujar Abdul Rasyid,(7/9/26).
Terkait solusi bagi masyarakat di Kecamatan Penajam, Rasyid menyampaikan bahwa distribusi air bersih tetap berjalan dan digratiskan menggunakan armada yang dikoordinasikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Namun, penyaluran tersebut tidak dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah.
“Jadi nanti masyarakat melalui RT-nya atau kelurahannya mengajukan ke BPBD, jadi bukan ke PDAM. Air yang disalurkan tetap air PDAM nanti ngambilnya di Maridan,” jelasnya.
Selain itu, Rasyid juga meluruskan bahwa wilayah Kecamatan Penajam sebenarnya tidak mengalami mati total secara keseluruhan.
Pihaknya masih mengandalkan sumur dalam untuk memproduksi air bersih, meskipun waktu mengalirnya terbatas pada malam hari.
Jika sebelumnya kapasitas produksi bisa mencapai 200 liter per detik, kini jumlahnya turun drastis menjadi sekitar 10 liter per detik atau hanya 5 persen dari kondisi normal.
“Kita tampung dulu di tangki kapasitas 2.000 liter per detik baru kita salurkan ke masyarakat. Jadi ada masyarakat yang masih ngerima air, ada juga yang memang sama sekali enggak nerima,” pungkas Abdul Rasyid.







