PPU — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) terus memperkuat koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda. Langkah ini dilakukan guna mengoptimalkan pemanfaatan Bendung Waru demi memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, terutama saat memasuki musim kemarau.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menyampaikan bahwa diskusi intensif bersama pihak BWS terus berjalan untuk merumuskan solusi terbaik agar potensi Bendung Waru dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.
“Kami terus berdiskusi mengenai langkah penting pemanfaatan Bendung Waru ini agar penanganannya tepat sasaran,” ujar Bupati PPU, Mudyat Noor, Senin (26/10/2026).
Solusi Pasokan Air Saat Embung Lawe-Lawe Kering Bendungan Waru yang berlokasi di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, memegang peranan yang sangat krusial bagi ketersediaan air di Kabupaten PPU. Kehadiran bendung ini menjadi tumpuan utama ketika sumber air lainnya, seperti Embung Lawe-Lawe, sudah tidak sanggup menyuplai air akibat kekeringan.
“Penyokong terbesar pasokan air di PPU dalam kondisi musim kemarau saat ini memang bergantung pada Bendung Waru,” tegas Mudyat.
Mudyat berharap, dari serangkaian pembahasan bersama BWS Kalimantan IV, segera ditemukan solusi permanen untuk mengatasi krisis air bersih, terutama bagi warga di wilayah pesisir Kecamatan Penajam.
Selain berfokus pada pemenuhan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga, Pemkab PPU dan BWS juga membahas rencana pemanfaatan Bendung Waru untuk pengembangan jaringan irigasi pertanian. Langkah ini penting guna menunjang produktivitas para petani serta menjaga ketahanan pangan daerah.
Upaya kolaborasi ini pun mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Pihak BWS Kalimantan IV Samarinda dikabarkan telah menerima petunjuk langsung dari Kementerian Terkait untuk segera menindaklanjuti rencana penanganan tersebut.
“Kami sudah berdiskusi dan berkoordinasi langsung. Pihak Balai Wilayah Sungai juga telah mendapat arahan resmi dari Pak Menteri untuk menindaklanjuti hal ini,” pungkasnya.
Melalui koordinasi cepat antara Pemkab PPU, BWS Kalimantan IV, dan Kementerian, pemerintah optimistis persoalan air bersih warga pesisir serta pasokan air pertanian di PPU dapat teratasi dengan baik.(Adv)
Penulis: Ayu







