Perluas Akses BBM Subsidi di Tiga Wilayah, Dinas Perikanan PPU Bersiap Bangun Kampung Nelayan Merah Putih

PPU — Dinas Perikanan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bergerak cepat memperkuat sektor ekonomi pesisir dengan memperluas jangkauan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi para nelayan tradisional. Selain pemenuhan bahan bakar untuk melaut, pemerintah daerah juga bersiap memulai proyek fisik pembangunan kawasan Kampung Nelayan Merah Putih di dua lokasi strategis.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten PPU, Andi Trasodiharto, menjelaskan bahwa fasilitas penyaluran BBM bersubsidi bagi nelayan saat ini sebenarnya sudah berjalan aktif di dua titik. Lokasi tersebut berada di Solar Packet Dealer Nelayan (SPDN) Desa Api-Api, Kecamatan Waru, serta melalui Koperasi Gema Angkasa di Kecamatan Penajam.

Guna meningkatkan daya jangkau pelayanan, pihak dinas kini tengah memperjuangkan penambahan kuota serta pembukaan jalur distribusi baru yang akan menyasar tiga wilayah pesisir lainnya, yakni Kelurahan Jenebora, Pantai Lango, dan Gersik.

“Kami sudah melakukan verifikasi dan pengecekan administrasi untuk berkoordinasi dengan pihak koperasi sebagai penyalur serta pihak Pertamina. Ini lagi diurus, mohon bersabar,” ujar Andi Trasodiharto, (26/10/2026).

Pemerintah daerah berharap proses birokrasi dan legalitas administrasi bersama pihak Pertamina tersebut dapat segera rampung dalam waktu dekat. Dengan begitu, para nelayan di kawasan pesisir Jenebora, Pantai Lango, dan Gersik tidak lagi kesulitan mendapatkan pasokan bahan bakar utama untuk kebutuhan melaut sehari-hari.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi untuk nelayan yang ada di Pantai Lango, Jenebora dan Gersik,” tambah Andi optimistis.

Di samping memperluas akses energi bagi nelayan, Dinas Perikanan PPU kini juga bersiap memulai pengerjaan fisik untuk program Kampung Nelayan Merah Putih. Dua wilayah yang dipilih sebagai pusat percontohan program ini adalah Kelurahan Tanjung Tengah dan Kelurahan Nenang yang berada di wilayah Kecamatan Penajam.

Saat ini, program unggulan tersebut telah memasuki tahapan akhir persiapan konstruksi fisik bangunan yang dibarengi dengan penguatan kapasitas kelembagaan kelompok nelayan setempat.

“Konsep Kampung Nelayan Merah Putih ini sengaja dirancang secara terintegrasi untuk menyelesaikan masalah mendasar yang dihadapi nelayan selama bertahun-tahun, khususnya jaminan ketersediaan pasokan es balok dan BBM,” Jelas Andi.

Rangkaian proyek ini nantinya akan dilengkapi dengan berbagai pembangunan infrastruktur fasilitas penunjang yang mumpuni. Beberapa di antaranya meliputi dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI), jalan lingkungan pemukiman yang representatif, lampu penerangan jalan, sarana air bersih yang memadai, hingga kawasan khusus wisata kuliner perikanan.

Andi menegaskan bahwa output akhir dari penataan kawasan Kampung Nelayan ini tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan teknis melaut para nelayan semata. Kehadiran pusat pelelangan ikan dan fasilitas penunjang modern ini ditargetkan mampu memicu efek domino bagi perekonomian warga lokal di sekitarnya.

Pihaknya ingin menciptakan ruang usaha baru yang kreatif, di mana warga pesisir dapat memanfaatkan pasokan ikan segar langsung dari dermaga untuk mendirikan gerai kuliner makanan laut (seafood).

“Konsep Kampung Nelayan ini bukan sekadar membuka ruang bagi nelayan saja, tetapi memberikan efek positif kepada masyarakat sekitar untuk bisa membuka usaha kuliner perikanan,” Pungkas Andi.

Melalui perpaduan antara perluasan jaringan BBM subsidi dan pembangunan fisik kawasan pesisir yang teratur, Dinas Perikanan PPU berkomitmen penuh untuk menaikkan taraf hidup para nelayan Benuo Taka, sekaligus menyulap kawasan pesisir menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mandiri dan berdaya saing tinggi.(Adv)

Penulis: Ayu




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *