PENAJAM – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini tengah meningkatkan pengawasan di berbagai wilayah. Langkah ini diambil untuk memastikan situasi tetap aman dan tertib bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan 1447 Hijriah.
Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP PPU, Ali Sapada Tubo, menyatakan bahwa patroli rutin saat ini lebih difokuskan pada titik-titik yang dianggap rawan gangguan maupun lokasi yang sering dikeluhkan oleh masyarakat.
Salah satu fokus utama petugas saat ini adalah menangani fenomena pengamen dan “badut jalanan” yang mulai marak.
Baru-baru ini, pihak Satpol PP menerima laporan dari pengunjung Pasar Ramadan Petung yang merasa kurang nyaman dengan kehadiran pengamen di sana.
“Laporan tersebut langsung kami tindak lanjuti. Kami menerjunkan Unit Reaksi Cepat untuk menyisir lokasi, terutama pada sore hari saat warga sedang ramai mencari takjil,” ujar Ali Sapada saat memberikan keterangan pada Jumat (27/2/2026).
Dalam setiap operasi, Satpol PP menurunkan satu regu yang berisi 12 hingga 13 personel untuk memantau wilayah Penajam.
Sementara untuk kecamatan lainnya, jumlah personel disesuaikan dengan kebutuhan di bawah komando wilayah masing-masing.
Selain Pasar Ramadan Petung, Ali menyebutkan ada beberapa titik lain yang menjadi prioritas pengawasan, di antaranya, Pantai nipah-nipah, Kawasan Silkar, Wilayah Kecamatan Sepaku, serta Lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat hiburan malam (THM).
Meski bertindak tegas, Ali menekankan bahwa Satpol PP tetap menggunakan pendekatan yang lembut dan manusiawi dalam menangani pelanggar ketertiban.
Para pengamen atau warga yang terjaring patroli tidak langsung dihukum berat, melainkan didata dan diberikan arahan.
“Mereka kami data dan beri pembinaan. Bahkan ada yang kami antar langsung ke rumahnya agar pihak keluarga juga bisa diberikan edukasi,” jelasnya.
Menurut Ali, cara ini mulai membuahkan hasil. Meski masih ada satu dua orang yang kembali mengulangi perbuatannya, namun secara keseluruhan jumlah gangguan ketertiban di pusat keramaian sudah jauh berkurang dibanding sebelumnya.
Pihak Satpol PP PPU menegaskan akan terus memantau situasi selama bulan suci ini.
Jika ditemukan pelanggaran yang dilakukan berulang kali, petugas tidak segan untuk mengambil tindakan yang lebih tegas namun tetap sesuai aturan.
“Intinya kami ingin menjaga wilayah PPU tetap tenang dan kondusif, sehingga masyarakat bisa beribadah dengan khusyuk,” pungkas Ali.







