Optimalkan Kualitas Air Bersih, Perumda Danum Taka PPU Bidik Sumber Air Baku Abadi Long Kali

PENAJAM – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus berkomitmen menjaga dan meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat. Meski menghadapi tantangan geografis yang cukup besar dalam penyediaan air baku, pihak nya memastikan air yang didistribusikan tetap aman dikonsumsi dan memenuhi standar kesehatan yang ketat.

Direktur Utama Perumda Danum Taka PPU, Abdul Rasyid, Tidak menampik bahwa secara umum kualitas air baku di wilayah Kabupaten PPU masih berada di bawah kualitas air baku yang ada di Pulau Jawa atau Pulau Sumatera. Namun, keterbatasan tersebut disikapi dengan upaya pengolahan yang maksimal dan terukur.

“Kualitas air baku kita di PPU memang diakui jauh tertinggal dibandingkan wilayah Pulau Jawa atau Sumatera. Namun, kami di PDAM terus berupaya keras agar kualitas air yang dihasilkan tetap memenuhi standar kesehatan,” ujar Abdul Rasyid,(16/9/26).

Rasyid menegaskan bahwa kualitas air yang dihasilkan oleh PDAM saat ini sudah berhasil memenuhi regulasi kesehatan. Kendati demikian, pihaknya tidak ingin cepat berpuas diri dan berencana melakukan penyesuaian (rejust) pada parameter air yang kualitasnya masih mendekati batas ambang (limit) standar baku mutu.

Ia menambahkan, intervensi teknologi dan pengolahan yang tepat akan terus ditingkatkan.

“Sekarang posisinya sudah memenuhi standar, tapi kita ingin ada beberapa parameter yang mendekati limit standar itu bisa kita rejust (sesuaikan ulang) agar kualitasnya jauh lebih baik dan aman bagi warga,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Rasyid membeberkan tantangan terbesar Kabupaten PPU saat ini, yaitu ketiadaan sumber air baku yang bersifat abadi (berkelanjutan tanpa dipengaruhi musim) di dalam wilayah domestik kabupaten untuk jangka pendek dan menengah.

Guna mengatasi ancaman krisis air di masa depan, Perumda Danum Taka meletakkan harapan besar pada pemanfaatan sumber air abadi yang berada di wilayah Long Kali. Sumber air ini diproyeksikan menjadi penopang utama kebutuhan air bersih masyarakat PPU secara berkelanjutan.

“Kabupaten Penajam Paser Utara ini sebenarnya tidak memiliki sumber air baku abadi untuk masa depan, kecuali aliran dari Long Kali yang dinilai abadi. Namun, untuk merealisasikan pemanfaatannya secara penuh memang masih membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama,” ungkapnya.

Selain mengandalkan potensi air abadi dari Long Kali, Pemerintah Daerah bersama PDAM juga memasukkan rencana pembangunan infrastruktur skala besar dalam peta jalan (roadmap) pemenuhan air bersih mereka.Salah satu proyek strategis yang dinantikan adalah rencana pembangunan mega bendungan oleh PT Arsari.

Bendungan raksasa tersebut rencananya akan dibangun di kawasan konsesi milik PT Arsari dan diproyeksikan menjadi solusi pemenuhan air baku jangka panjang yang sangat masif bagi wilayah PPU dan sekitarnya.

“masyarakat dan pemerintah masih harus bersabar karena megaproyek tersebut membutuhkan kajian mendalam serta waktu konstruksi yang tidak sebentar. Mega bendungan ini diperkirakan baru akan terealisasi dan mulai beroperasi secara penuh pada tahun 2035 mendatang,”Pungkas Rasyid.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *