PENAJAM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus mematangkan persiapan menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur 2026, Dijadwalkan berlangsung pada 14-27 November 2026 dan dipusatkan di wilayah Kabupaten Paser, Meskipun harus menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah daerah, KONI PPU memastikan ratusan atlet mereka tetap berangkat bertanding secara maksimal.
Ketua KONI PPU, Arfan, mengungkapkan bahwa persiapan para atlet dari seluruh cabang olahraga (cabor) saat ini sudah berjalan dengan baik. Sebagian besar atlet bahkan sudah berinisiatif melakukan pemusatan latihan (training center/TC) secara mandiri demi menjaga performa mereka.
“Alhamdulillah, persiapan Porprov untuk para atlet sudah siap. Semua cabor yang berjumlah 40 cabor alhamdulillah sudah siap semua, termasuk atlet-atlet yang sudah mempersiapkan diri lewat TC mandiri,” kata Arfan,(19/9/26).
Terkait masalah pendanaan, Arfan menjelaskan bahwa KONI PPU awalnya mengajukan anggaran sebesar Rp8 miliar. Namun, karena adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah daerah, nominal yang disetujui akhirnya sebesar Rp5,7 miliar.
Pengurangan anggaran ini tentu berdampak pada program latihan yang sudah dirancang sebelumnya. KONI PPU harus memutar otak agar anggaran yang ada bisa mencukupi seluruh kebutuhan kontingen selama berada di Kabupaten Paser nanti.
“Kita maklumi karena memang dari pemerintah ada efisiensi anggaran. Akibat kekurangan ini, kemungkinan program TC panjang ditiadakan. Nanti kita hitung lagi di anggaran Rp5,7 miliar itu, mungkin hanya ada TC selama satu minggu atau satu bulan,” jelasnya.
Meskipun ada pemangkasan anggaran, Arfan menegaskan bahwa hal tersebut tidak akan mengurangi jumlah atlet yang dikirim. Saat ini, tercatat ada 698 atlet yang siap membela nama Kabupaten PPU, dan jumlah ini masih berpotensi bertambah.
“Untuk atlet tidak ada pengurangan, masih ada 698 atlet untuk sementara ini, bahkan kemungkinan ada penambahan.,” tutur Arfan.
Tantangan lain yang dihadapi KONI PPU adalah waktu pencairan anggaran yang mepet. Dana hibah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) diprediksi baru bisa dicairkan pada bulan November, bertepatan dengan waktu pelaksanaan Porprov. Kondisi ini membuat panitia besar harus bergerak cepat mencari dana talangan. Pasalnya, banyak kebutuhan logistik kontingen yang harus dibayar di muka atau menggunakan uang muka (down payment/DP).
“Ini kemungkinan talangan semua dulu. Karena anggaran perubahan masuknya paling tidak bulan November, pas pelaksanaan baru bisa cair. Panitia besar harus cari talangan karena akomodasi seperti hotel, homestay, perlengkapan, transportasi, hingga konsumsi itu kan perlu DP dulu. Termasuk pakaian atlet juga belum,” Pungkas Arfan.
Namun Arfan optimistis seluruh urusan logistik dan perlengkapan atlet ini bisa mulai terakomodir dan rampung dalam minggu ini. Manajemen KONI PPU terus berupaya memastikan kendala administrasi keuangan tidak mengganggu fokus dan semangat juang para atlet di arena pertandingan.







