PENAJAM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terus menggalakkan komitmen dunia usaha dalam memenuhi hak-hak anak. Upaya tersebut dioptimalkan melalui penguatan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kabupaten PPU.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten PPU, Jansje Grace Makisurat, mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 16 perusahaan yang tergabung dalam APSAI PPU, di mana sebagian besar masih didominasi oleh sektor perbankan. Ia berharap jumlah ini akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
“Kami akan mendampingi setiap penyusunan program dan regulasi yang dibuat oleh teman-teman APSAI. Ini baru 16 perusahaan, harapannya tentu semakin banyak yang bergabung,” ujar Grace, Senin (15/9/2026).
Grace menjelaskan, keterlibatan perusahaan dalam pemenuhan hak anak dapat diwujudkan melalui penyediaan fasilitas yang ramah anak di lingkungan kerja.
Fokus utama yang didorong meliputi penyediaan tempat penitipan anak (daycare), area bermain anak, serta kepastian tidak adanya praktik pekerja anak di lingkungan perusahaan.
“Untuk perkantoran dan perusahaan, kita akan konsen pada penyediaan tempat bermain anak, tempat penitipan anak, dan yang paling penting adalah tidak ada pekerja anak di perusahaan itu,” tegasnya.
Pembentukan dan konsolidasi kepengurusan APSAI PPU saat ini bergerak dengan tempo yang cukup cepat. Grace menyebutkan bahwa pihaknya terdesak oleh agenda verifikasi lapangan untuk Penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) yang dijadwalkan turun pada akhir September 2026.
Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak dapat menunggu seluruh perusahaan termasuk dari sektor perkebunan kelapa sawit dan pertambangan untuk mendaftar terlebih dahulu sebelum membentuk kepengurusan dan pelantikan.
“Kita sebenarnya terdesak waktu dan penilaian Kabupaten Layak Anak. Jadi, tidak bisa menunggu semua mendaftar baru melakukan pembentukan pengurus dan pelantikan. Tim verifikasi penilaian Kabupaten Layak Anak dijadwalkan turun akhir September 2026,” jelas Grace.
Ke depan, lanjut Grace, DP3AP2KB bersama pengurus APSAI akan duduk bersama membawa arah kebijakan, mulai dari menentukan fokus tahap awal hingga menyusun program prioritas lanjutan.
“Teman-teman APSAI bersama kami akan membawa fokusnya di mana pada tahap awal dan selanjutnya bagaimana. Nanti bersama-sama kita menetapkan prioritas dan program lanjutannya,” pungkas Grace.







