PENAJAM – Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, pihak puskesmas memastikan bahwa lonjakan kasus tersebut bukan disebabkan oleh kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala UPT Puskesmas Penajam, Saryono, menjelaskan bahwa laporan kasus ISPA memang mengalami kenaikan. Namun, jika dilihat dari penyebabnya, penderita yang mengalami batuk atau sesak akibat paparan asap Karhutla tergolong sangat sedikit.
“Kalau ISPA memang ada peningkatan, tapi kalau dipicu Karhutla masih jarang, paling hanya satu atau dua orang yang batuk atau sesak akibat asap,” ungkap Saryono saat dikonfirmasi, Minggu (13/9/2026).
Saryono memaparkan, kenaikan angka ISPA di wilayahnya lebih dominan dipengaruhi oleh faktor iklim dan perubahan cuaca.
Saat ini, wilayah Penajam dan sekitarnya sedang berada pada masa peralihan atau transisi dari musim kemarau menuju musim hujan, yang biasanya memicu kerentanan kesehatan masyarakat terhadap penyakit saluran pernapasan.
Selain itu, wilayah Kecamatan Penajam tergolong relatif aman dari ancaman kabut asap Karhutla jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain yang sering terdampak parah.
Sejauh ini, keluhan kesehatan akibat asap Karhutla hanya didapati pada petugas pemadam kebakaran yang baru saja mengurus di lapangan.
Untuk mengantisipasi dan memetakan penyebab pasti dari setiap keluhan pasien, pihak UPT Puskesmas Penajam telah mengambil langkah antisipatif. Seluruh dokter dan perawat diinstruksikan agar lebih teliti saat melakukan anamnesis atau penggalian informasi riwayat penyakit pasien melalui sistem rekam medis elektronik.
Langkah ini diterapkan guna mendeteksi secara dini apakah keluhan sesak atau batuk yang dialami warga benar-benar berkaitan dengan paparan kabut asap atau karena faktor cuaca biasa. Data tersebut nantinya akan dikumpulkan dan ditindaklanjuti secara berkala oleh petugas surveilans puskesmas.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik menghadapi fluktuasi cuaca saat ini, serta tetap menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, mengonsumsi air yang cukup, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gejala gangguan pernapasan,” Pungkas Suryono







